7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kamu Bisa Menghasilkan Cuan Selama Pandemi Melalui Tiga Jenis Bisnis Ini. (Foto: Shutterstock/ilustrasi)
Dream – Meluasnya wabah corona di Indonesia membuat pemerintah meminta masyarakat untuk membatasi kontak fisik. Kegiatan sehari-hari seperti bekerja, belajar, dan beribadah disarankan dilakukan dari rumah masing-masing.
Pembatasan kontak fisik ini berdampak signifikan bagi banyak pihak, misalnya pelaku usaha.
Dikutip dari Sikapi Uangmu, Senin 6 Juli 2020, tak sedikit pelaku usaha, baik level UMKM maupun berskala besar, merasakan pendapatan yang turun belakangan ini. Meskipun demikian, masih ada celah-celah bisnis yang menjanjikan selama pandemi.
Ada tiga sektor bisnis yang menciptakan peluang bagimu yang sedang bekerja dari rumah untuk menambah pemasikan. Berikut ini adalah rinciannya.
Bisnis ini dianggap sebagai salah satu yang tahan terhadap krisis. Masyarakat memerlukan pasokan bahan pokok, termasuk makanan dan minuman dalam kondisi apa pun, bahkan dalam kondisi yang sulit.
Modal relatif kecil, tenaga kerja tidak terlalu banyak, namun marjin laba berpotensi besar dan perputaran arus kas cepat. Pebisnis bisa menjalankan strategi peningkatan omzet dengan berinovasi memanfaatkan online shop dan online delivery.
Contoh bahan pokok yang bisa Sobat jual antara lain beras, gula pasir, garam, minyak goreng, perlengkapan kebersihan sehari-hari seperti sabun, sampo, dan sebagainya. Sedangkan beberapa contoh persediaan makanan yang bisa dijual antara lain frozen food, lauk-pauk homemade yang dikemas botolan, kue kering dan juga minuman seperti kopi susu literan, dan lain-lain.
Selanjutnya, ada bisnis jasa/produk kesehatan. Saat ini, permintaan pasar terhadap produk-produk kesehatan sangat tinggi. Bahkan, banyak pelanggan kesulitan mendapatkan produk kesehatan tersebut. Bisnis produk kesehatan seperti masker, disinfektan, hand sanitizer, dan vitamin sangat dibutuhkan dan berpotensi menguntungkan.
Ketiga, bisnis jasa layanan pengantaran. Bisnis ini dinilai mampu bertahan di kondisi krisis. Permintaan layanan antar untuk memenuhi kebutuhan individu akan makanan dan barang konsumsi harian tanpa harus meninggalkan rumah, pun meningkat selama pandemi.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?