Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Ada Sepuluh Jenis Pekerjaan Yang Akan Banyak Dicari Setelah Masa Karantina Pandemi Selesai. (foto: Shutterstock)
Dream – Bukan rahasia banyak orang Malaysia dipecat dan dipotong gajinya selama masa 'lockdown' akibat pandemi virus corona. Namun, ini tidak berarti industri tidak melakukan perekrutan kerja.
Dikutip dari World of Buzz, Minggu 5 Juli 2020, survei Jobstreet menunjukkan hasil dari 7 ribu responden di 19 industri. Disebutkan bahwa 76 persen perusahaannya sedang mencari karyawan baru.
Perusahaan yang lebih kecil, lebih cenderung menerima karyawan selama musim yang genting ini daripada perusahaan yang lebih besar. Perusahaan berjumlah 75-200 karyawan lebih berpotensi menerima pegawai daripada usaha dengan 1.000 karyawan.
Selain itu, perusahaan Malaysia ingin mempekerjakan mereka di posisi eksekutif. Ada 62 persen pemberi kerja mencari kandidat yang bisa ditempatkan di posisi eksekutif, 38 persen noneksekutif, 32 persen manajerial, dan 11 persen manajemen puncak.
Menurut survei, ada 10 jenis pekerjaan yang paling laris setelah pandemi usai. Berikut ini adalah rinciannya.
1. Eksekutif Penjualan dan Pemasaran (95 persen).
2. Pengemudi truk (75 persen).
3. Layanan Pelanggan (78 persen).
4. Eksekutif E-commerce (73 persen)
5. Insinyur Perangkat Lunak (58 persen)
6. Perekrut (58 persen)
7. Perawat (53 persen)
8. Eksekutif Media Sosial (41 persen).
9. Analis Bisnis (32 persen)
10. Sumber Daya Manusia (19 persen)
Menurut survei, terlihat bahwa sektor HRD dan perekrutan paling aktif menjaring karyawan baru setelah pandemi selesai. Ini diikuti dengan sektor logistik dan transportasi, serta e-commerce dan belanja online. Ada juga industri software dan teknologi informasi, serta medis dan rumah sakit.
Jobstreet juga menemukan 86 persen responden tak mempertimbangkan rencana penghematan, tetapi pemotongan gaji. Pemotongan gaji menjadi strategi biaya yang paling populer, diikuti oleh penghapusan tunjangan, pemangkasan staf permanen, tapi ada penambahan karyawan kontrak, memberikan cuti tidak dibayar, dan tidak merekrut karyawan baru.
Dalam skema pemotongan gaji, perusahaan akan memotong gaji manajemen puncak sebelum untuk staf tingkat bawah. Kemudian, diikuti oleh staf manajerial, eksekutif, dan non eksekutif.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?