Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi. (Money Camp)
Dream – Dalam keluarga, ibu dianggap figur yang paling tahu banyak hal, mulai memasak, kesehatan, bahkan letak barang sekalipun. Masalah uang pun tidak termasuk dalam pengecualian.
Di kehidupan rumah tangga, ayah memang memegang peran utama dalam mencari uang, namun peran ibu juga tidak kalah penting dalam mengelola keuangan. Tapi, terkadang, ibu kesulitan mengatur uang yang dihasilkan untuk kebutuhan rumah tangga.
Tak jarang, pengeluaran rumah tangga lebih besar daripada pemasukan karena salah mengatur uang. Alih-alih bisa menabung, semua kebutuhan rumah tangga pun belum tentu tertutup.
CEO and Founder Right Horizon—perusahaan perencanaan keuangan, Anil Rego, mengatakan, ada tiga langkah sederhana yang bisa dilakukan oleh para ibu yang ingin bijak dalam mengelola keuangan rumah tangga.
“ Langkah ini mudah untuk diikuti dan diadopsi,” kata Anil, sebagaimana dikutip dari moneycontrol.com, Kamis 9 Maret 2017.
Yang pertama, kata dia, ibu harus mengetahui keuangan. Artinya, setiap ibu seharusnya meluangkan waktu dan berusaha untuk mengenal uang lebih baik.
Dia juga harus paham seberapa besar uang yang dihasilkan dalam rumah tangga, baik yang dihasilkan suami maupun istri. Lalu, berapa banyak uang yang dikeluarkan dan berapa besar yang harus disimpan.
“ Langkah ini tidak sulit,” kata dia.
Anil mengatakan, langkah ke dua adalah mendiskusikan uang dan memahami investasi. Ibu bisa mendiskusikan masalah uang dengan pasangannya, ayah, teman, bahkan keluarga.
Ibu harus berupaya untuk punya pembahasan masalah uang dengan orang terdekat dan yang tersayang. Percakapan tentang keuangan ini sangat penting untuk memperdalam pengetahuan dan hubungan cinta dengan pasangan.
“ Pembicaraan tidak harus tentang seberapa besar uang yang dihasilkan, dibelanjakan, dan diinvestasikan,” kata Anil.
Dia mengatakan, pada langkah ini, ibu juga sebaiknya bertukar pikiran dengan kerabat atau rekannya tentang pemahaman investasi. Dengan begitu, dia bisa membantu pasangannya untuk membuat perencanaan keuangan dengan baik.
Langkah ke tiga adalah akuntabel dan mengatur keuangan personal sendiri. Langkah ini adalah cara pamungkas untuk menjadi ibu yang bijak dalam keuangan.
Ibu memang harus akuntabel dalam membelanjakan uang, serta merencanakan semua investasinya secara bijak dalam keuangan rumah tangga. Dia juga harus mengatur keuangan pribadinya dengan baik.
Langkah yang terakhir ini akan membuat seorang ibu terdorong untuk menjadi seorang model bagi anaknya. Ibu juga bisa mengajarkan pengelolaan keuangan kepada anaknya dengan baik.
“ Pendidikan uang ini memang bukan bagian dari yang diajarkan di sekolah, tetapi bermanfaat untuk bertahan hidup. Ketika manajemen uang diajarkan ibu kepada anak, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang pintar mengatur keuangannya dengan baik,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya