Terkuak! Penyebab Orang Indonesia Lama Menjadi Kaya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 23 Februari 2017 06:45
Terkuak! Penyebab Orang Indonesia Lama Menjadi Kaya
Investor di Indonesia rata-rata berharap investasi mereka memberikan untung besar tapi.....

Dream – Sebuah survei terbaru dari Manulife menemukan fakta jika investor masih awam untuk memaksimalkan kekayaan. Hal ini terlihat dari kecenderungan penanam modal yang melirik produk investasi berisiko rendah.

Survei ini memperlihatkan keengganan investor dalam mengambil risiko juga turut membatasi kemampuan mereka untuk mengumpulkan kekayaan.

Tercatat ada 74 persen investor Indonesia yang memilih investasi yang berisiko rendah. Hal ini terlihat dari menguatnya sentimen terhadap dana tunai, yang meningkat dari 71 persen pada kuartal IV-2015 menjadi 88 persen pada kuartal IV-2016.

Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Legowo Kusumonegoro, mengatakan ada 65 persen investor yakin telah mendiversifikasi portofolio investasi dengan menempatkan 60 persen dana pensiun di produk non investasi yang menawarkan risiko rendah.

“ Setiap investor berhak mendapatkan imbal hasil dari simpanan hasil jerih payahnya. Investasi pada saham dan obligasi sering memberikan imbal hasil yang lebih tinggi daripada tabungan,” kata Legowo di Jakarta, dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 23 Februari 2017.

Dia mengatakan investor yang tidak paham tentang investasi di saham dan obligasi, seharusnya bertanya kepada pakar investasi.

“ Khusus investor muda, mereka harus mencari bantuan dari sumber yang tepercaya untuk memastikan bahwa mereka membuat pilihan yang terbaik untuk jangka panjang,” kata dia.

Legowo mengatakan, berdasarkan survei MISI, investor di Indonesia berharap imbal hasil investasi yang tinggi. Pada tahun 2016, investor mengharapkan imbal hasil rata-rata sebesar 11,6 persen untuk tahun 2017.

Menanggapi hal itu, Legowo meminta investor untuk realistis dalam mengharapkan imbal hasil investasi. Dengan menanamkan modal di tabungan dan deposito jangka panjang, investor akan kesulitan mendapatkan keuntungan yang diharapkan.

“ Jika mau mengambil risiko yang lebih tinggi dan mengalokasikan sebagian kekayaannya pada produk seperti reksa dana saham dan reksa dana pendapatan tetap, mereka akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan imbal hasil investasi yang sesuai dengan harapan,” kata dia.(Sah)

Beri Komentar