Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Emas Masih Menjadi Favorit Untuk Investasi. (Foto: Danausaha.net)
Dream – Pada dasarnya, orang menginginkan hidup sejahtera dan bahagia ketika memasuki usia pensiun. Tak jarang mereka melakukan perencanaan keuangan untuk menghadapi usia senja. Salah satu perencanaan keuangan yang dilakukan adalah investasi.
Berbicara soal investasi, ada beragam produk instrumen keuangan yang tersedia. Sebut saja deposito, saham, reksa dana, dan emas. Berbicara emas, komoditas ini masih menjadi primadona orang-orang untuk berinvestasi.
Mengapa?
Pawning Alliance Officer Pawning Group PT Bank Syariah Mandiri (BSM), Syahrial, mengatakan ada beberapa keuntungan yang ditawarkan emas sebagai instrumen investasi. Pertama, likuditas emas tinggi.
“Kapanpun dibutuhkan, uang bisa cair,” kata Syahrial kepada Dream.co.id, Jakarta, Kamis 19 Januari 2017.
Berbeda dengan properti, kata dia, properti tidak bisa dicairkan dengan sewaktu-waktu seperti emas.
Syahrial menambahkan investasi emas bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Investasi emas tidak memerlukan biaya yang cukup besar. Misalnya, BSM menawarkan produk cicil emas dengan harga cicil emas harian hanya sebesar Rp4 ribuan per hari.
“Dengan uang Rp4 ribu, (masyarakat) bisa berinvestasi,” kata dia.
Selain itu, Syahrial mengatakan investasi emas tidak memerlukan keahlian khusus seperti investasi saham. Dikatakan bahwa masyarakat perlu memiliki pengetahuan terlebih dahulu tentang saham sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya di produk keuangan pasar modal ini. Investor bisa menjual emas kapanpun jika mereka membutuhkan.
“Investasi emas tidak perlu keahlian khusus. Keputusan jual beli emas bergantung kepada keputusan investor,” kata dia.
Meskipun demikian, investasi emas juga memiliki kelemahan, yaitu kemungkinan rugi ketika harga emas jatuh. “Tapi, (potensi harga emas jatuh) kecil sekali karena pergerakan harga emas cenderung naik,” kata dia.(Sah)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Jika KDM Tidak Nyapres Siapa Untung: Prabowo, Gibran, atau AHY?

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya