4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Dua Indeks Syariah Melemah Pada Penutupan Perdagangan Hari Ini.
Dream - Indeks syariah di bursa saham Indonesia gagal mempertahankan posisinya di zona hijau. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) terjatuh setelah dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Rabu 8 Maret 2017.
Tekanan jual harga komoditas yang menyeret pergerakan bursa regional dan dunia membuat investor memilih keluar dari lantai bursa.
Papan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks ISSI ditutup melemah 0,845 (0,48%) ke level 174,688. Indeks acuan saham syariah BEI ini sebetulnya dibuka menguat di level 175,759.
Koreksi juga terjadi pada indeks bluechip syariah, JII, yang melemah 5,700 poin (0,81%) ke level 698,655.
Transaksi perdagangan saham syariah juga sedikit berkurang. Dengan volume jual beli yang mencapai 63,9 juta saham, nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,37 triliun.
Tak adanya sentimen positif yang muncul juga mendorong asing melakukan aksi jual pada saham-saham syariah. Aksi jual yang muncul di sesi kedua perdagangan membuat nett sell asing pada saham bluechips syariah mencapai Rp 10,25 miliar.
Namun indeks ISSI justru mencetak nett buy asing sebesar Rp 62 miliar, meski jauh merosot dibandingkan perdagangan kemarin.
Secara keseluruhan, mayoritas kinerja indeks sektoral bergerak melemah. Indeks infratruktur dan industri aneka mengalami koreksi paling dalam masing-masing 1,26 persen dan 1,10 persen.
Sementara, indeks-indeks yang berhasil menguat adalah barang konsumsi yang naik 0,47 persen, industri dasar 0,30 persen, perdagangan 0,21 persen, manufaktur 0,13 persen, dan keuangan 0,11 persen.
Emiten-emiten bluechip syariah top gainer yang menjadi incaran investor adalah SILO yang harga sahamnya naik Rp100, MIKA Rp30, PWON Rp20, WSKT Rp20, dan KLBF Rp5.
Sebaliknya, emiten-emiten bluechip syariah top loser adalah UNTR yang harga sahamnya turun Rp400, LPPF Rp150, PTBA Rp150, ASII Rp100, dan INTP Rp100.
Dari pasar uang, nilai tukar uang rupiah terhadap dolar AS melemah 6 poin (0,05%) ke level Rp13.322 per dolar AS. (Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
