10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Terlalu Nyaman Dengan Pekerjaan Bisa Berakibat Buruk Kepada Pekerjaan, Lho. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, merasa nyaman itu merupakan hal yang positif. Terutama, merasa nyaman di pekerjaan.
Ketika pertama kali bekerja, semangat juang ’45 menggebu-gebu di dada. Anda tidak sabar untuk berkenalan dengan orang-orang baru, mengerjakan tugas baru, dan menyampaikan gagasan yang kreatif.
Tapi, lama-lama semangat itu bisa memudar karena perasaan nyaman. Bahkan perasaan terlalu nyaman.
Tahukah Sahabat Dream, berada di zona nyaman ini sungguh berbahaya terhadap kesehatan karier. Anda akan enggan menerima pekerjaan dan tantangan baru. Lama-lama rekan kerja dan atasan akan menilai Anda sebagai seorang pemalas.
Tak mau dicap seorang pemalas? Oke, Sahabat Dream harus merasa sedikit tidak nyaman dengan pekerjaan Anda—ini berarti harus belajar, tumbuh, menekan diri sendiri, dan terus melangkah ke sesuatu yang lebih besar.
Ngomong-ngomong, pertanda kita terlalu nyaman dengan pekerjaan itu apa, ya?
Dilansir dari The Muse, Senin 20 November 2017, ada tiga tanda kita terlalu nyaman dengan pekerjaan. Yang pertama, kalimat “ nggak mungkin” akan sering keluar dari mulut ketika atasan meminta Anda untuk mengerjakan suatu tugas, padahal yang diinginkan atasan adalah “ baik, saya akan mencari jalan keluarnya.”
Jika terus-terusan memberikan respons seperti itu, Anda berarti ada di zona nyaman dan jangan heran jika rekan kerja dan atasan mengecap sebagai seorang pemalas.
Yang kedua adalah berhenti mendorong diri sendiri. Ketika haus akan kesuksesan, semangat juang akan memacu adrenalin Anda untuk terus bekerja dan bekerja demi menggapai kesuksesan. Ketika berada di puncak karier, tak jarang orang-orang merasa puas dan lupa akan semangat bekerja.
Ciri yang ketiga adalah Anda tak tertarik dengan peluang baru. Setelah merasa nyaman dengan suatu pekerjaan, Anda menutup semua jaringan serta berhenti memperbaiki profil LinkedIn dan resume. Ini berarti Sahabat Dream menutup pintu informasi tentang pekerjaan baru.
Ketahuilah, membangun jaringan dan memperbarui CV ini penting dijaga. Hitung-hitung menjadi pegangan ketika hendak pindah pekerjaan.
(Sah)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli