Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

5 Jurus Pemerintah Redam Amukan Dolar AS

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 5 September 2018 12:28
5 Jurus Pemerintah Redam Amukan Dolar AS
Pemerintah melakukan berbagai cara untuk menenangkan gejolak dolar AS

Dream – Dolar Amerika Serikat terus “ mengamuk”. Banyak mata uang negara lain yang betumbangan, salah satunya rupiah. Nilai tukar satu dolar AS nyaris menembus Rp15 ribu.

Berdasarkan Bloomberg, Rabu 5 September 2018, pada pukul 10.25WIB, kurs dolar AS terhadap rupiah, sebesar Rp14.925,500. Nilai tukar rupiah turun 0,06 persen.

Pemerintah Indonesia sebenarnya tak tinggal diam. Agar dolar AS bisa “ ditenangkan”, pemerintah menempuh beragam upaya.

Misalnya, mengerem impor barang konsumsi. Ada juga yang meminta hasil ekspor migas, baik dolar AS maupun rupiah, ditempatkan di bank dalam negeri.

Berikut ini rinciannya:

1 dari 5 halaman

Ajak Masyarakat Tak Beli Ferrari dan Hermes

Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), meminta masyarakat mengurangi pembelian barang impor, apalagi barang-barang branded yang harganya selangit.

“ Tak usah Ferrari, Lamborghini, masuk dalam negeri. Tak usah mobil-mobil besar dan mewah. Tak usah parfum-parfum mahal, tas-tas Hermes. Walaupun tak banyak, janganlah dalam situasi sulit ini masyarakat (beli) luxuries gitu,” kata dia di Jakarta, dilansir Merdeka.com.

JK ingin masyarakat turut menghemat dolar AS.

“ Mungkin jumlahnya tidak besar, tapi perlu untuk meyakinkan pada masyarakat bahwa suasananya sekarang ini suasana berhemat. Suasana kita tidak perlu impor lux,” kata dia.

2 dari 5 halaman

Batasi Impor

Pemerintah akan membatasi impor barang untuk mengendalikan nilai tukar dan defisit transaksi berjalan. Ada 500 komoditas barang impor yang akan diidentifikasi dan mayoritas di antaranya adalah barang konsumsi.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan, Peraturan Menteri Keuangan sudah siap dan akan terbit paling cepat hari ini.

“ Nanti kami umumkan PMK-nya besok sore atau Kamis,” kata dia di Jakarta, Selasa 4 September 2018.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan, pembatasan impor ini tidak berlaku untuk barang baku dan barang modal.

3 dari 5 halaman

100 Persen Hasil Ekspor Migas dan Minerba Balik ke Indonesia

Di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM), Kementerian ESDM mengeluarkan kebijakan-kebijakan seperti ekspor migas menggunakan letter of credit (LC). Hasil ekspor 100 persen kembali ke Indonesia. Hasilnya diletakkan di bank devisa di Indonesia atau di bank BUMN di luar negeri.

Kebijakan ini juga berlaku di sektor minerba dan batubara (minerba). Pemerintah bisa menghitung hasil ekspor dari LC dan melihat apakah hasilnya kembali ke Indonesia sepenuhnya atau tidak.

Jika ada perusahaan yang ngeyel dan tidak mematuhi aturan, akan ada pengurangan porsi untuk ekspor.

“ Jika hasil ekspor tersebut tidak kembali, perusahaan dapat dikenakan sanksi untuk mengurangi ekspornya,” kata Menteri ESDM, Ignasius Jonan.

4 dari 5 halaman

Geser Program 35 Ribu MW

Di sektor kelistrikan, Jonan mengatakan, pembangunan listrik 35 ribu MW yang belum financial close, digeser ke tahun-tahun berikutnya. Jumlahnya mencapai 15.200 MW.

Contohnya, pembangkit listrik yang seharusnya bisa commercial operation date (COD) tahun 2019, digeser ke tahun 2021—2026.

“ Itu bisa mengurangi beban impor sekitar US$8 miliar—US$10 miliar (Rp119,66 triliun—Rp149,57 triliun). Jadi digeser,” kata dia.

 

5 dari 5 halaman

Terapkan Aturan Biodiesel

Jonan mengatakan, pemerintah akan menerapkan ketentuan biodiesel B20 pada 1 September 2018. Penerapannya akan diawasi dengan sungguh-sungguh.

Pemerintah juga meminta PT PLN (Persero) untuk menggunakan PLTD yang dioperasikan, yang kapasitas operasionalnya sudah rendah, menggunakan 100 persen minyak kelapa sawit.

“ Tujuannya untuk mencapai penerapan B20 ini harapannya bisa menghemat devisa kira-kira sekitar US$2,3 miliar (Rp34,4 triliun) untuk empat bulan, September sampai Desember 2018,” kata dia.

Beri Komentar