Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Uang
Dream - Publik selama ini mungkin melihat kalangan masyarakat kaya sebagai sosok cerdas karena berhasil mengumpulkan uang lebih banyak dari orang lain. Namun, hal yang jarang diperhatikan adalah kalangan berduit ini juga membuat kesalahan yang kerap kali disesali di hari kemudian.
Menariknya, beberapa kesalahan investasi yang dibuat orang-orang kaya ini memiliki kemiripan dengan yang dibuat oleh orang-orang bergaji pada umumnya. Hanya saja kesalahan-kesalahan yang dibuat kalangan berduit ini bisa menelan biaya besar dibandingkan masyarakat awam.
Mengutip laman emirate247, Jumat, 6 Juni 2014, berikut adalah lima kesalahan investasi yang dibuat saudagar muslim berdasarkan hasil studi penasehat keuangan DeVere Group.
1. Terpaku pada satu kelompok aset
Pernah mendengar pepatah bisnis menempatkan semua telur dalam satu keranjang bukan merupakan ide yang bagus? Inilah kesalahan paling sering dibuat miliader Muslim yang gagal mendiversifikasi usaha. Meskipun berkonsentrasi terhadap satu jenis industri atau aset bisa membantu membuat seseorang cepat kaya, namun resep tersebut akan menjadi bencana ketika sesorang mencoba untuk berinvestasi atau mempertahankan kekayaannya. Sebuah survei mengungkapkan bahwa 23 persen dari orang kaya mengatakan gagal dalam diversifikasi portofolio sebagai kesalahan miliarder yang utama.
2. Tidak ada rencana investasi
Kesalahan kedua adalah tidak memiliki rencana investasi sebelum menempatkan modal. Sebanyak 22 persen dari peserta survei mengakui keputusan investasi dibuat tanpa rencana, dan itu sebuah bencana.
3. Emosi merusak modal
Manusiawi jika seseorang mengambil keputusan emosional terkait bisnis. Tetapi dalam hal keuangan, hal itu akan menjadi kesalahan yang besar. Sebanyak 22 persen dari orang-orang kaya yang disurvei mengatakan bahwa mereka membuat keputusan emosional dan akhirnya hanya bisa menyesali tindakannya itu.
4. Tidak pernah memperbarui portofolio
Seperti saat berkebun, investasi keuangan perlu pemangkasan konstan untuk memastikan bahwa pohon kekayaan kita sehat dan terus tumbuh. Namun, banyak orang gagal melakukannya. Enam belas persen dari orang kaya yang disurvei mengatakan mereka gagal meninjau ulang portofolio secara teratur sehingga mengakibatkan kerugian.
5. Terjebak kenangan masa lalu
Kesalahan terakhir sering dilakukan miliader Muslim adalah terlena dengan nilai aset masa lalu. Namun ini tidak selalu demikian, karena sebuah aset yang memiliki performa bagus pada lima tahun terakhir bisa saja masih bernilai pada dekade berikutnya. Hal ini dialami oleh 14 persen peserta. Mereka membuat kesalahan karena terlalu fokus pada sejarah nilai investasi tersebut.
Selain lima kesalahan tersebut, lima persen miliader yang disurvei menyebutkan kesalahan lainnya. Termasuk ketidaksabaran, investasi di saat pasar sedang mahal, terlalu mengikuti rekomendasi dari kenalan, dan membayar pajak atas investasi yang tidak perlu.
Jajak pendapat ini dilakukan terhadap jutawan di negara-negara Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Hong Kong, Jepang, Indonesia dan Thailand. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya