Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Indeks Syariah Menguat Kala Sentimen Pilpres Melemah

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 5 Juni 2014 09:50
Indeks Syariah Menguat Kala Sentimen Pilpres Melemah
Pelaku pasar untuk sejenak menurunkan tensi sentimen Pilpres dalam transaksi jual beli sahamnya. Kini, pelaku pasar mulai memasang posisi jelang perhelatan akbar Piala Dunia 2014.

Dream - Bursa saham nasional kembali mencetak rebound tipis mengikuti indeks Dow Jones Amerika Serikat yang terangkat naik. Sentimen Pilpres yang mulai melemah kini beralih ke Piala Dunia 2014.

Pada sesi pra pembukaan Kamis, 5 Juni 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun tipis 0,94 poin (0,02%) ke level 4.932,43. Namun indeks kembali masuk zona hijau pada sesi pembukaan.

Langkah lebih perkasa dialami Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang justru dibuka menguat. ISSI membuka transaksi di zona hijau di level 162,07. Hingga perdagangan pukul 09.27 WIB, indeks ISSI masih bertahan di zona hijau.

Gerak positif juga terjadi pada indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang dibuka menguat ke level 662,08. Namun indeks JII sempat menyentuh zona merah di level 661,59.

Di sesi awal perdagangan saham ini, pemodal asing masih malu-malu melakukan transaksi beli. Terlihat asing mencatat nett sell tipis Rp 4,11 miliar.

Kondisi ini berbeda dengan penutupan kemarin dimana asing mencetak nett buy signifikan hingga Rp 908,2 miliar.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo dalam analisanya menilai rebound indeks Dow Jones Industrial (DJI) semalam terlihat gagal membawa pengaruh positif pada pergerakan indeks di kawasan Asia. Indeks Hang Seng pagi ini terkoreksi 0,35 persen dan running dibawah suport pertama di 23.134. Indeks Strait Times hanya terkoreksi tipis sekitar 0,1 persen.

" Minimnya sentimen dari bursa regional ini, diperkirakan bakal membuat IHSG sulit untuk melanjutkan trend naiknya," katanya.

Satrio menduga, sentimen pemilu presiden memang sedang lemah. Saat ini, sentimen lebih kuat justru berasal dari persiapan pelaku pasar jelang Piala Dunia yang sebenarnya lebih cenderung merupakan aksi jual. Data defisit neraca perdagangan yang beberapa waktu dipublikasikan, sentimennya juga cenderung negatif.

" Untuk posisi jangka menengah menjelang pemilu, pemodal sebaiknya memang lebih cenderung Buy On Weakness, terutama ketika IHSG berada pada kisaran suport 4750 - 4850," imbau Satrio.

Beri Komentar