Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Pengusaha muslim sebenarnya memiliki tingkat kecemasan melebihi karyawan karena berpikir mengenai kegagalan pada masa depan. Namun, bagi pengusaha muslim seharusnya melihat kegagalan itu sebagai suatu kebaikan.
Mengalami kegagalan dapat menyebabkan krisis kepercayaan diri bagi mereka yang melihat sesuatu melalui hasil, apakah itu berhasil atau tidak.
" Perlu adanya sikap untuk menganalisis kegagalan dalam suatu bisnis, perlu pembelajaran dari kegagalan yang selama ini kurang dihargai," ujar Dosen Manajemen dan Kepemimpinan Amy C Edmondson kepada Harvard Business Review, Kamis 5 Juni 2014.
Penelitian psikologis menunjukkan bahwa dalam kondisi emosi yang tinggi terdapat dorongan seseorang menyalahkan orang lain untuk mempertahankan harga dirinya.
Edmondson menyampaikan kebanyakan para pemimpin sering menyalahkan orang lain atau bawahannya ketika menghadapi kegagalan dalam bisnisnya.
" Kebanyakan mereka justru menyalahkan dibandingkan menjadikan kegagalan itu sebagai pembelajaran," jelasnya.
Mereka, lanjut Edmondson, justru sibuk mempertahankan harga diri mereka dibandingkan memperbaiki kegagalan itu.
Namun, banyak pengusaha yang dapat menjadi contoh karena mampu belajar dari kondisinya yang telah terjepit. Kegagalan justru menjadi pengalaman positif bagi mereka.
Michael Litt, pendiri Vidyard, menceritakan awal kesuksesan Silicon Valley di mana ia bangkit lagi setelah jatuh.
Begitupun Barbara Corcoran, seorang pengusaha asal Amerika. " Salah satu kunci keberhasilan saya adalah saya berlaku baik pada kegagalan," jelasnya.
Kegagalan memberikan Anda kesempatan untuk mengevaluasi kembali cara berbisnis Anda. Hal pertama yang harus dilihat adalah perencanaan.
" Mengapa begitu banyak pengusaha yang gagal? Mereka gagal karena mereka gagal mengantisipasi apa yang akan terjadi," ujar Anthony Robbins, salah seorang motivator.
Antisipasi merupakan hal yang sangat penting.
" Jika Anda tidak mengantisipasi maka Anda harus bereaksi. Bereaksi itu tanda Anda kehilangan kendali, sementara mengantisipasi itu merupakan bentuk Anda yang mengambil kendali," tegasnya.
Kemudian, yang perlu diperhatikan adalah cara Anda mengeksekusi bisnis Anda. Anda sendiri yang memahami kekurangan ketika Anda menjalankan bisnis Anda. Penilaian jujur mengenai kinerja, usaha, keterampilan, dan pengambilan keputusan yang telah Anda lakukan. Hal ini bisa diketahui ketika Anda sudah menjalani dan mengalami kegagalan tersebut.
Melalui pembelajaran pasca kegagalan, Anda dapat memahami semua proses yang Anda alami dan menyadari bahwa bukan Anda satu-satunya yang mengalami kegagalan dalam berbisnis.
Sebut saja Albert Einstein dan Steve Jobs memiliki pengalaman yang getir dalam karir mereka. Mereka pernah dalam posisi terjepit, tetapi mereka mau belajar dari kesalahan yang mereka lakukan sehingga bisa mengatasi segala rintangan ke depannya.
Seperti yang dikatakan Napoleon Hill, seorang pujangga, " Setiap kesulitan, setiap kegagalan, setiap sakit hati pasti ada manfaat yang bisa diambil" .
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya