Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia memerah di hari pertama masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Pelaku pasar yang mengambil posisi waspada ditambah kondisi regional yang variatif, membuat indeks saham mengalami koreksi.
Pelemahan indeks saham terjadi justru di saat pemodal asing kembali melakukan aksi beli. Investor asing mencetak nett buy cukup signifikan hingga Rp 932,29 miliar.
Indeks Harga Saham Gabungan pada penutupan perdagangan Rabu, 4 Juni 2014 mencatat koreksi tipis 9,59 poin (0,19%) ke level 4.932,56. Transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp 5,36 triliun.
Aksi beli jelang penutupan perdagangan saham juga tak mampu mengangkat indeks saham halal melaju di zona hijau. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) tercatat melemah tipis 0,07 poin (0,04%) ke level 161,99.
Koreksi harga yang dialami 105 emiten syariah menggiring indeks ISSI masuk zona merah. Transaksi perdagangan sendiri mencetak nilai hingga Rp 3,59 triliun.
Pelemahan lebih dalam dialami indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) yang melemah 0,99 poin (0,15%) ke level 661,62. Kali ini jumlah emiten keping biru syariah yang menguat sebanyak 14 poin, atau sama dengan jumlah saham yang terkoreksi.
Pergerakan indeks saham syariah di pertengahan pekan ini memang cukup fluktuatif di awal perdagangan. Indeks ISSI sebetulnya sempat masuk zona merah dengan menggapai level tertinggi 162,5.
Namun besarnya tekanan dari sentimen negatif regional memaksa pelaku pasar melepas portofolionya. Jelang penutupan sesi pertama hingga akhir transaksi saham, otomatis ISSI bergerak di zona merah.
Di daftar saham bluechips pencetak kenaikan harga tertinggi (top gainer), emiten UNVR mencatat kenaikan tertinggi dengan menguat Tp 225 per saham.
Top gainer emiten bluechips lainnya adalah ICBP yang menguat Tp 125, UNTR Rp 100, SMGR Rp 50, dan MPPA Rp 40 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya