7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Bagaimana Caranya Mengatur Keuangan Untuk Menghadapi Resesi Ekonomi Akibat Corona?
Dream – Presiden Joko Widodo mengungkapkan Indonesia dan banyak negara di dunia terancam menghadapi badai resesi akibat wabah Covid-19. Roda ekonomi yang terhambat membuat banyak perusahaan dan organisasi bisnis menerapkan kebijakan pensiun dini, dirumahkan bahkan ada yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Pada masa yang sulit diprediksi seperti ini, penting bagi kita untuk mempersiapkan badai moneter di masa depan.
Dikutip dari Times of India, Rabu 15 April 2020, ada lima cara untuk mempersiapkan kestabilan finansial pada masa depan.
Pandemi virus corona ini secara masif dapat mempengaruhi sistem ekonomi global dalam jangka panjang. Dalam krisis seperti ini, penting bagi kamu untuk mengelola dana secara cerdas.
![]()
Idealnya, dana darurat harus mencukupi setidaknya keperluan selama 6 bulan ke depan. Untuk sekarang kamu harus menambahkannya untuk menghindari kemunduran dalam kondisi keuangan.
Strategi ini sangat berguna apabila kamu kehilangan penghasilan akibat situasi saat ini dan dapat menggunakan dana darurat untuk menghidupi keluarga.
Dalam kondisi isolasi mandiri/Work From Home (WFH), menjadi waktu yang tepat untuk menghitung pengeluaran dan meninjau kembali antara kebutuhan dan keinginan. Pada situasi normal, kita mungkin bisa mengesampingkan rencana anggaran. Hal ini disebabkan oleh kemampuan kita untuk menutupinya lain waktu.
![]()
Namun, itu tidak berlaku pada kondisi saat ini. Kamu harus meninjau anggaran dan pengeluaran harian setiap hari. Prioritaskan sesuai kebutuhan, bukan keinginan.
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, kamu harus mengerti bagaimana membedakan 'kebutuhan' dan 'keinginan'. Selama krisis ekonomi nanti, kita tidak bisa gegabah dan menikmati barang-barang yang tidak diperlukan.
![]()
Jika mengurangi pengeluaran untuk sesuatu yang tidak perlu, Sahabat Dream dapat meningkatkan tabungan dan menyelamatkan keuangan Anda ketika diperlukan.
Ubahlah tiap transaksi dari offline menjadi online, saat dalam isolasi/lockdown. Virus corona telah mempengaruhi setiap sektor di seluruh dunia dan setiap orang diharuskan untuk tinggal di rumah demi menekan persebaran virus.

Hal ini berlaku pula pada bank dan lembaga keuangan lain untuk menghindari kontak dengan orang-orang. Jika sedang mencicil rumah, atau mencicil mobil atau melakukan pinjaman pribadi dan perlu melakukan pembayaran tiap bulan ke bank, mungkin ini saat yang tepat untuk beralih ke pembayaran digital.
Meskipun tidak memiliki akses ke bank, pembayaran kamu tidak akan tertunda. Apabila tertunda, sangat besar kemungkinannya kamu akan mengalami kerugian besar.
Covid-19 telah berdampak pada semua orang dan berbagai hal secara global. Namun, kesehatan tetap menjadi masalah besar saat ini. Penting bagi kamu untuk memeriksa dan meninjau kembali asuransi kesehatan.
![]()
Periksalah perusahaan asuransi untuk mengetahui apakah harus membeli atau telah mendapatkan asuransi yang diperlukan. Pastikan membaca dokumen polis asuransi kesehatan dan mendapatkan kejelasan lengkap tentang daftar cakupan dan pengecualiannya.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?