Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Duh, Tiga Indeks Syariah Kompak Melemah. (Foto: Shutterstock)
Dream - Pelaku pasar kembali menghindari terjun ke lantai bursa setelah sentimen negatif dari posisi cadangan devisa Januari 2019 yang menurun. Aksi jual investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) menambah kecemasan pemodal untuk melakukan aksi beli saham.
Investor cenderung melakukan wait and see menunggu data ekonomi terbaru berupa neraca transaksi berjalan Indonesia.
Tekanan jual dari dalam negeri ini mendorong tiga indeks syariah kembali berbalik ke zona merah pada penutupan perdagangan harian BEI, Jumat 8 Februari 2019.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencatat koreksi 0,481 poin (0,25%) ke level 193,985. ISSI yang bergerak melemah sepanjang perdagangan hanya sempat menyentuh level tertinggi di 194,094. Dibuka melemah di level 193,952, ISSI terseret ke level terendah 193,143.
Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga tak bisa berbuat banyak di tengah sentimen negatif dari dalam negeri. Indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini terpangkas 4,531 poin (0,63%) ke level 717,515.
Satu indeks syariah lainnya, Indeks JII70 tercatat merosot 1,428 poin (0,59%) ke level 240,613.
Sentimen negatif juga membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak bisa berbuat banyak. IHSG terkoreksi 14,794 poin (0,23%) ke level 6.521,663.
Aksi jual saham menyelimuti pasar modal. Investor getol melepas sahamnya, terutama di sektor industri dasar dan pertambangan. Kedua sektor ini melorot 1,73 persen dan 1,46 persen.
Penguatan indeks sektoral terjadi pada saham barang konsumsi yang hanya naik pelan 0,48 persen dan infrastruktur 0,38 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah LPCK yang harga sahamnya naik Rp290, TSPC Rp250, BIRD Rp200, ALDO Rp175, dan MCAS Rp160.
Sebaliknya top losser indeks ISSI dihuni saham-saham yang selama ini menjagi motor penggerak indeks syariah. Saham UNTR memimpin pelemahan dengan koreksi Rp775, TGKA Rp510, INTP Rp400, ITMG Rp400, dan SMGR Rp300.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah. Pada pukul 16.08, kurs dolar AS terhadap rupiah menguat 18 poin (0,13%) ke level Rp13.978 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya