Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pendiri Softbank (kanan), Masayoshi Son, Membeli Kembali Saham Softbank. (Foto: Wikipedia)
Dream – Nilai pasar Softbank melesat 18 persen setelah sang pendiri, Masayoshi Son, berencana kembali membeli saham sebesar 600 miliar yen atau sekitar Rp76,32 triliun.
Buyback ini membuat nilai kapitalisasi pasar Softbank naik 1,9 triliun yen, sekitar Rp241,68 triliun, menjadi 11 triliun yen atau setara Rp1.399,22 triliun. Sehingga, saham Son naik 18 persen, menjadi 9.962 yen (Rp1,27 juta). Harga saham ini tertinggi sejak November 2008.
Dikutip dari Straits Times, Jumat 8 Februari 2019, buyback ini merupakan perubahan strategi yang dilakukan oleh Son. Ya, selama ini pria asal Jepang itu lebih suka berinvestasi di sektor teknologi.
Menurut laman Bloomberg, pembelian saham itu membuat kekayaan Son bertambah US$5 miliar (Rp69,85 triliun) sebelum Kamis, 7 Februari 2019. Kini, kekayaannya sekitar US$14 miliar (Rp195,81 triliun).
Pembelian saham ini didanai dari hasil penawaran umum perdana dari unit telekomunikasi perusahaan pada Desember 2018. Sekadar informasi, hasil penawaran umum itu menghasilkan dana segar senilai 2,4 triliun yen (Rp305,28 triliun).
Dia mengeluarkan uang itu untuk memperkecil celah antara kepemilikannya atas Softbank dengan nilai pasar. Diketahui, kepemilikan Softbank senilai 21 triliun yen (Rp2.671,24 triliun), sedangkan nilai pasarnya masih 9 triliun yen (Rp1.114,82 triliun).
“ Bukankah itu aneh? Saya piker harga sahamnya terlalu rendah,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya