5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Dream - Bursa saham syariah tak berhasil kembali ke zona hijau meski sempat muncul aksi beli jelang penutupan. Tekanan terutama muncul dari aksi jual investor asing yang semakin membesar.
Hingga penutupan perdagangan saham, investor asing tercatat membukukan nett sell hingga Rp 764 miliar.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 29 Maret 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun tipis 0,014 poin (0,01%) ke level 153,900.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga melemah 1,066 poin (0,17%) ke level 645,001.
Laju dua indeks acuan saham syariah ini sebetulnya sempat menguat. Terbukti ISSI mampu menyentuh level tertinggi di 154,555. Begitu juga indeks JII sempat naik ke level 649,426.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini mencapai Rp 3,44 triliun dengan 48,11 miliar saham berpindahtangan.
Aksi jual dan beli para investor relatif bersaing ketat. Tercatat 87 emiten ISSI bergerak naik namun 88 lainnya menahan indeks syariah tetap berada di zona merah.
Pergerakan indeks sektoral juga cukup variatif. Dengan indeks sektor barang konsumsi menguat tertinggi hingga 1,58 persen. Disusul industri aneka 0,87 persen, dan manufaktur 0,79 persen.
Penguatan ini tertekan oleh koreksi dalam indeks sektor industri aneka yang mencapai 2,03 persen.
Saham UNVR yang sebelumnya menjadi pemicu keresahan, kali ini kembali bergerak menguat Rp 975 per saham. Begitu pula INDF mulai merangkak naik Rp 50 per saham.
Selain UNVR, top gainer emiten syariah sore ini dihuni INTP yang naik Rp 400, AALI Rp 300, dan UNTR Rp 250.
Kenaikan saham-saham unggulan syariah ini harus berhadapan dengan 17 emiten yang bergerak turun. Top losser indeks JII dihuni oleh SMGR yang turun Rp 350, LPPF rp 275, SILO Rp 225, ASII Rp 175, dan ITMG Rp 150 per saham.
Di pasar keuangan, kurs rupiah kembali bergeral melemah. Sore ini dolar AS menguat 47 poin (0,35%) menjadi Rp 13.385.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
