Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketiga Indeks Syariah Kompak Menguat Hari Ini. (Foto: Shutterstock)
Dream - Perang dagang dua negara penguasa ekonomi dunia kembali membuat pelaku pasar cemas. Sentimen negatif itu sempat membuat pemodal menjauh dari lantai bursa dan mendorong indeks acuan bergerak melemah.
Beruntung memasuki sesi kedua, pelaku pasar kembali tenang dan balik ke bursa saham.
`Drama` penguatan dolar AS juga tak membuat pelaku pasar cemas. Sempat bertengger di posisi Rp14.900, mata uang Negeri Paman Sam ini akhirnya berhasil ditenangkan.
Papan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 18 September 2018, mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), terangkat 0,128 poin (0,07%) ke level 172,687. ISSI bergerak fluktuatif setelah dibuka memerah di level 172,455. Sempat bergerak menguat di sesi pagi, ISSI harus menyerah setelah 40 menit perdagangan dibuka hingga sesi penutupan.
Tenaga baru baru menghampiri pelaku pasar di sesi kedua perdagangan. Investor kembali melantai dan mendorong ISSI menyentuh level tertinggi di 173,182 sebelum ditutup di 172,687.
Indeks bluechip syariah juga mengalami tekan yang sama. Meski hanya didukung 9 emiten yang ditutup mengaut, Jakarta Islamic Index (JII) menutup perdagangan dengan menanjak 2,385 poin (0,38%) ke level 638,442.
Indeks JII70 menguat 0,556 poin (0,26%) ke level 212,243.
Tekanan justru dialami Indeks Harga Saham Syariah (IHSG) yang terpeleset 12,467 poin (0,21%) ke level 5.811,790.
Meskipun rupiah menguat tipis, investor masih ragu-ragu melantai di bursa. Mereka lebih banyak jual saham sehingga harga 147 saham syariah melorot.
Hingga sesi paska penutupan perdagangan, transaksi yang terjadi di lantai bursa saham syariah mencapai Rp3,63 triliun dari 62,69 miliar lembar saham yang berpindah tangan.
Mayoritas saham-saham sektoral terkoreksi. Koreksi tajam terjadi pada indeks sektor properti dan barang konsumsi yang masing-masing turun 1,48 persen dan 1,22 persen.
Sebaliknya, investor menyelamatkan dananya dengan mengincar saham sektor infrastruktur yang mencatat kenaikan indeks 1,55 persen, pertambangan 0,69 persen, dan industri aneka 0,75 persen.
Emiten keping biru syariah pencetak top gainer kali ini adalah INTP yang harganya melesat Rp400, PTBA Rp200, TLKM Rp100, ASII Rp75, dan PGAS Rp65.
Sebaliknya, saham UNVR melemah Rp525, SMGR Rp275, INDF Rp175, LPPF Rp175, dan UNTR Rp175.
Dari pasar, rupiah bisa bernapas sedikit. Dolar AS yang sempat menembus level Rp14.900, kini, beringsut.
Pada pukul 16.20, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah turun 5 poin (0,03%) ke level Rp14.875 per dolar AS. Nilai tukar ini sudah menembus level Rp14.900 ketika perdagangan dimulai.
Malah, mata uang Paman Sam ini berada di posisi puncak di Rp14.929 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya