Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anggaran Belanja Negara Menembus Angka Rp2.220,7 Triliun Pada 2018. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 telah disahkan DPR. Dalam APBN 2018, anggaran belanja pemerintah diproyeksi mencapai Rp2.220,7 triliun.
Anggaran ini naik dari belanja pemerintah pada APBN 2017 yang sebesar Rp2.098,9 triliun.
“ Belanja negara tahun 2018 ditetapkan sebesar Rp2.220,7 triliun yang meliputi belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.454,5 trilun dan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp766,2 triliun,” kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, di Jakarta, dilansir dari setkab.go.id, Kamis 26 Oktober 2017.
Sri Mulyani mengatakan, belanja pemerintah pusat dalam APBN 2018 akan diarahkan untuk mendukung capaian sasaran pembangunan. Seperti belanja untuk meningkatkan kualitas program jaminan kesehatan masyarakat bagi penerima bantuan iuran (PBI) hingga menjangkau 92,4 juta jiwa untuk bidang kesehatan, membangun rumah susun 13.405 unit dan jalan tol 25 km untuk infrastruktur, dan mengadakan alutista untuk pertahanan dan keamanan.
“ Pemerintah juga melakukan penguatan dan perluasan bantuan pangan non tunai dan pangan, perluasan program perlindungan sosial melalui program keluarga harapan, serta penguatan program subsidi," ujar Sri Mulyani.
Sementara itu, alokasi transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp766,2 triliun dalam APBN 2018. Dana itu diarahkan untuk meningkatkan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah, meningkatkan kualitas dan mengurangi ketimpangan layanan publik antar daerah, serta mendukung upaya percepatan pengentasan kemiskinan di daerah.
Masih Tekor Rp325 Triliun
Sri Mulyani melanjutkan, pendapatan negara tahun 2018 diproyeksikan sebesar Rp1.894,7 triliun. Angka ini lebih tinggi daripada outlook APBN 2017 yang sebesar Rp1.736,1 triliun.
Penerimaan belanja ini diperoleh dari pajak sebesar Rp1.618,1 triliun, lebih tinggi dari APBN 2017 yang sebesar Rp1472,1 trilun. Sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp275,4 triliun dan angkanya naik dari APBN 2017 yang sebesar Rp260,2 triliun.
Dia mencatat masih ada defisit anggaran sebesar Rp325,9 triliun pada APBN 2018.
“ Defisit anggaran pada APBN tahun 2018 diperkirakan mencapai Rp325,9 triliun (2,19 persen PDB) atau turun dibandingkan outlook APBNP tahun 2017 sebesar 2,67 persen terhadap PDB. Keseimbangan primer juga turun menjadi negatif Rp87,3 triliun dari outlook tahun 2017 sebesar negatif Rp144,3 triliun,” kata dia. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya