Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Suasana Lalu Lintas Di Singapura. (Foto: Shutterstock)
Dream – Singapura ingin menekan pembelian mobil pribadi hingga 0 persen mulai 2018. Penduduk Singapura tak boleh lagi membeli mobil pribadi mulai dari tahun depan.
Tak disebutkan berapa lama pemerintah Singapura membuka pintu bagi pertumbuhan kendaraan pribadi.
Sebagai gantinya, pemerintah Singapura akan memperluas transportasi publik.
Dilansir dari The Guardian, Rabu 25 Oktober 2017, Otoritas Transportasi Darat Singapura, Land Transport Authority (LTA), akan memangkas pertumbuhan mobil pribadi dan sepeda motor dari 0,25 persen menjadi 0 persen dalam setahun. Pemangkasan ini dimulai sejak Februari 2017.
LTA mengatakan 12 persen dari total wilayah Singapura telah digunakan untuk pembangunan jalan dan sedikit ruang publik untuk kepentingan lainnya. Per tahun 2016, sudah ada 600 ribu mobil pribadi di jalan.
Pemerintah Singapura menggelontorkan dana 28 miliar dolar Singapura (Rp27,89 triliun) untuk memperluas dan meningkatkan sistem transportasi selama lima tahun. Salah satu transportasi umum yang dikembangkan adalah metro yang memanen kritik karena banyak yang rusak.
Sekadar informasi, Singapura memberlakukan pajak yang mahal untuk pembelian mobil pribadi. Jika ingin membeli mobil, masyarakat harus mendapatkan sertifikat pajak kendaraan bermotor yang valid selama 10 tahun dengan tarif 50 ribu dolar Singapura (Rp498,16 juta).
Sementara harga mobilnya pun tak kalah melangit. Satu unit mobil Toyota Corolla Altis plus pajak dijual seharga 111 ribu dolar Singapura (Rp1,1 miliar), empat kalinya dari harga di Amerika Serikat.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya