Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ketika Karier Hancur, Apa Yang Harus Dilakukan? (Foto: Shutterstock)
Dream – Sahabat Dream, pernahkah kalian bermimpi punya karier yang bagus. Ketika pertama kali bekerja di sebuah pekerjaan, terbayang kalian ada di posisi apa setelah lima tahun mendatang.
Kemudian, ada kenaikan gaji dan posisi—pokoknya angan yang indah-indah, deh.
Tapi, ingat, perjalanan karier tak seindah dan tak semulus angan. Ada saja yang membuat karier kita buyar sehingga apa yang kita idam-idamkan sirna. Misalnya, kamu baru saja diterima kerja dan mendapatkan posisi bagus di perusahaan A. Setahun kemudian, perusahaan itu gulung tikar dan semua karyawannya dipecat. Rekan-rekan kerja “ dibajak” oleh perusahaan lain, sedangkan kamu menjadi pengangguran.
Setelah sekian lama, barulah mendapatkan pekerjaan, namun gaji dan posisi yang diterima kalah mentereng dengan perusahaan lama. Apalagi, jika dibandingkan dengan mantan rekan kerja kamu yang mendapatkan posisi wah dengan gaji yang lumayan. Mental siapa yang tak jatuh menghadapi kenyataan itu.
Kalau sudah begini, harus bagaimana?
Dilansir dari The Muse, Rabu 25 Oktober 2017, jika merasa tidak senang dengan perjalanan karier yang sekarang, ada tiga hal yang harus dilakukan ketika bangkit dari keterpurukan.
Yang pertama, yakinkan diri bahwa kamu berada di jalan yang benar. Ini adalah langkah pertama yang penting ketika bangkit. Jangan sampai buang-buang tenaga untuk meniti karier tanpa mengetahui apakah jalan itu tepat bagi kita atau tidak.
Setelah memastikan langkah yang tepat, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain, misalnya membanding-bandingkan gaji yang didapat dengan gaji orang lain.
Kalau fokus membandingkan diri dengan yang lain, itu artinya kamuhanya fokus pada kelemahan. Syukurilah apa yang diterima dan optimalkan kekuatan (strength) kamu ketika bekerja di tempat baru.
Langkah selanjutnya adalah buatlah harapan. Kunci supaya kita bisa bangkit dari keterpurukan adalah harapan. Harapan ini akan membuat karier kamu bisa bangkit. Selain itu, mintalah saran dari orang lain untuk mewujudkan keinginan kamu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya