Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Generasi Milenial Kerap Dipandang Sebagai Pemalas. (Foto: Shutterstock)
Dream – Generasi milenial tak jarang menantang aturan tradisional di dunia kerja. Misalnya, jarang mengenakan seragam kantor atau berpakaian formal. Datang pun terkadang tak sesuai dengan jam kerja.
Mereka bahkan sering mengabaikan pakem-pakem yang ditetapkan oleh perusahaan. Mereka lebih suka bekerja dengan caranya sendiri. Tak jarang, generasi ini terlihat sebagai generasi pemalas oleh para pendahulu mereka.
Dilansir Lifehack, Kamis 19 Oktober 2017, ada empat alasan generasi Y terlihat pemalas. Yang pertama, mereka tak lagi menghargai aturan tradisional. Generasi milenial tidak mengenal aturan pakaian yang ketat dan denda untuk keterlambatan 10 menit.
Mereka tidak mengerjakan sesuatu yang diberi aturan. Generasi ini lebih menyukai mengerjakan sesuatu dengan cara yang lebih efisien: mengerjakan pekerjaan dengan waktu minimal, tapi hasilnya maksimal.
Alasan yang ke dua, mereka lebih suka manfaat yang tak terlihat, seperti waktu istirahat. Generasi milenial ini, ketika mencari pekerjaan, mengandalkan teknologi dan internet.
Mereka bisa mencari sedikit hal tentang perusahan Anda sebelum melamar pekerjaan, seperti mantan pekerja. Generasi ini lebih tertarik dengan manfaat yang tak kasat mata, seperti budaya kerja, tak ada mikromanajemen dan birokrasi yang ruwet, serta keberadaan kedai kopi.
Ke tiga, generasi milenial lebih menyukai transparansi. Pegawai milenial tidak serta-merta menganggukkan kepala ketika atasan memberikan tugas. Mereka akan bertanya dan memahami alasan yang logis di balik tugas yang diberikan.
Yang terakhir, generasi milenial ingin belajar dari pengalaman. Tak seperti generasi X, generasi Y ini lebih ambisius dan tidak gampang puas. Mereka akan terus menggali pengetahuan baru dan pengalaman baru.
Generasi milenial lebih fokus pada pengalaman pribadi daripada derajat pendidikan. Ini bertolak belakang dengan generasi tua yang menganggap semuanya selesai setelah menamatkan pendidikan.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui


Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains