Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Smartphone.
Dream – Sahabat Dream yang ingin membeli smartphone, alangkah lebih baik berhati-hati ketika membeli gawai ini. Perhatikan secara cermat kondisi barang yang dibeli.
Jangan sampai membeli barang palsu seperti dialami seorang pelajar Malaysia ini.
Dilansir dari Mynewshub, Senin 27 Mei 2017, seorang pelajar bernama Jaya terpaksa gigit jari setelah membeli ponsel J dengan harga 890 ringgit (Rp2,77 juta). Pemuda berusia 18 tahun ini membeli telepon genggam di pusat elektronik pada 12 April 2017. Dalam sepekan gawainya itu ternyata sudah rusak.
Sial nasib Jaya, yang didapatnya adalah smartphone replika.
“ Seminggu kemudian dia rusak dan tidak bisa on. Saya pergi ke toko lain untuk bertaya masalah telepon saya, tapi penjualnya itu mengatakan ponsel saya itu ponsel replika,” kata dia di Seremban, Malaysia.
Lalu, dia kembali ke toko tempat dia membeli J5. Petugas toko mengatakan ponsel itu bisa diperbaiki dengan biaya 60 ringgit (Rp187.150). Jaya pun setuju.
© Dream
Seminggu kemudian, dia datang. Ketika hendak mengambil teleponnya, Jaya mendapati smartphonenya dengan layar yang retak. Penjual menawari Jaya untuk tukar tambah ke Samsung J7 dengan tambahan uang 35 ringgit (Rp109.170).
“ Sekali lagi saya sadar ditipu ketika hendak membeli casing yang ukurannya tidak sesuai dengan ukuran casing Samsung J7,” kata dia.
Jaya pun membuat laporan ke Samsung terkait smartphone yang dibelinya. Ketika mendapatkan pernyataan kalau telepon yang dibelinya adalah palsu, pemuda ini langsung membuat laporan kepada polisi pada 22 Mei 2017.
Lembaga hukum yang mengawal kasus Jaya, Gabungan Memartabatkan Pejuang Negara (GMPN), mengatakan tak segan membawa kasus ini kepada Kementerian Dalam Negeri, Koperasi, dan Kepenggunaan (KPDNKK) jika pihak toko tidak memberikan gawai asli kepada Jaya.
“ Dalam tiga hari pihak toko tidak memberikan telepon asli kepada pelajar ini, saya akan membawa masalah ini kepada KPDNKK,” kata pimpinan GMPN, Razali Zakaria.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya