5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
(Foto: Treni)
Dream - Binis daring Paytren memberi sejumlah kemudahan bagi para pelanggannya. Tanpa harus repot-repot keluar rumah, kebutuhan membayar tagihan listrik, air hingga pulsa dapat terpenuhi dalam sekejap.
Bisnis yang didirikan Ustaz Yusuf Mansur dalam nauangan PT Veritra Sentosa Internasional (Treni) ini memang menawarkan kemudahan dalam pembayaran kebutuhan sehari-hari.
Pengamat Ekonomi Syariah IPB, Irfan Syauqi Beik menyatakan jika skema bisnis paytren sudah memenuhi persyaratan ekonomi syariah.
" Dari kacamata agama, apa yang dilakukan tidak keluar dari rel syariah. Meskipun ada yang mengatakan haram saya kira harus dilihat dulu dari dokumen ter-update. Skema bisnisnya seperti apa, mekanismenya sudah berbeda dengan tahun lalu. Dari pengamatan saya tidak bertentangan dengan referensi fatwa yang dikeluarkan Dewan Nasional Syariah Majelis Ulama Indonesia nomor 75," ungkap Irfan pada Minggu, 28 Mei 2017.
Dari sisi ekonomi, Irfan melihat ada peluang yang cukup besar untuk terus dikembangkan. Apalagi jasa yang ditawarkan telah menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan masyarakat Indonesia ke depan.
Ia juga menekankan bahwa Paytren hadir sebagai terobosan bisnis e-payment pertama milik Indonesia yang menerapkan prinsip ekonomi syariah. Dengan adanya lisensi dari Bank Indonesia dan perananan Ustaz Yusuf Mansur, bisnis MLM ini menjadi pembeda di antara lainnya.
" Filosofi bisnis berjamaah ini unik karena ada value persaudaraan dan komitmen bersedekah yang menjadikannya sangat menarik," imbuhnya.
Ke depan, Irfan berharap agar Paytren dapat menyusul kesuksesan Western Union. Perusahaan itu berhasil mengeruk keuntungan hingga triliunan rupiah dari jasa pengiriman uang.
Hingga saat ini, secara umum Paytren telah menghasilkan perputaran uang hingga 7 miliar per hari. Sedangkan untuk valuasi perusahaan mencapai angka Rp 4 trilliun.
Apalagi skema pengembangan Paytren dijalankan dengan sangat fair. Sehingga pendapatan masing-masing anggota akan sesuai dengan hasil kerja kerasnya dalam mempromosikan manfaat bisnisnya.
" Kalau rata-rata penghasilan membernya bervariasi ada yang apat Rp 1,2 juta-100 juta per bulan tergantung komitmen dan kerja kerasnya. Saya kemarin datang ke acaranya, ada mantan tukang bangunan yang income sudah mencapai Rp 150 juta per bulan karena dia benar-benar cekatan dan bisa menjual dengan baik bisnisnya," terangnya menambahkan. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
