Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden AS Barack Obama Saat Bertemua Raja Arab Saudi
Dream - Pemerintah kerajaan Arab Saudi dikabarkan mengancam menjual seluruh asetnya yang disimpan di Amerika Serikat senilai US$750 miliar, setara Rp9.888,75 triliun. Mereka akan melakukannya apabila senat Negeri Paman Sam meloloskan aturan terkait peristiwa serangan teroris 9/11.
Dilansir laman Yahoo Finance, Senin 18 April 2016, ancaman ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir, ketika melakukan kunjungan ke Washington.
Pernyataan ini merujuk kepada rencana pembuatan Rancangan Undang-undang (RUU) Justice Against Sponsor of Terrorism Act (JASTA) yang bisa meloloskan korban Tragedi 9/11, menuntut pihak yang membiayai terjadinya peristiwa nahas itu.
Arab Saudi sendiri berulang kali membantah terlibat dalam peristiwa 9/11. Bahkan, Komisi 9/11 tidak menemukan bukti keterlibatan Arab Saudi, baik pejabat maupun pegawai instansi pemerintahan yang terlibat dalam pembiayaan peristiwa itu.
Peringatan Arab Saudi ini langsung mendapatkan perhatian serius. Pemerintahan Obama melobi Kongres Amerika Serikat untuk membatalkan rancangan undang-undang itu. Mereka berpendapat pengesahan JASTA akan berisiko terhadap aset-aset Negara Paman Sam di luar negeri.
Ancaman ini juga menjadi pembicaraan serius antara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dengan parlemen akan risiko diplomatik dan ekonomi apabila undang-undang itu disahkan.
Dituliskan, ada kecurigaan Arab Saudi terlibat dalam pembiayaan aksi 9/11. Pada tahun 2012, Kongres Amerika Serikat menyebut pejabat Arab Saudi yang tinggal di Amerika Serikat merupakan bagian aksi teror 9/11.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya