Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Alhamdulillah, IHSG Dan Indeks Syariah Ceria Hari Ini.
Dream - " Gencatan senjata" perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok membawa sentimen positif pelaku pasar. Indeks syariah kompak menghijau pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 3 Desember 2018.
Sentimen global yang membuat bursa saham dunia menghijau membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkilau dan menembus level 6.118.
Papan BEI mencatat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 2,236 poin (1,25%) ke level 180,458. Sentimen positif itu membuat indeks acuan saham syariah BEI anteng sepanjang hari di zona positif.
Aksi beli investor mendorong ISSI melambung dan menembus level tertinggi di 181,154.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga ikut meroket 10,315 poin (1,56%) ke level 672,901. Indeks JII70 juga terangkat 3,407 poin (1,54%) ke level 224,084.
IHSG melaju 62,196 poin (1,03%) ke level 6.118,320.
Meski baru awal pekan, transaksi jual beli saham syariah juga naik signifikan. Hingga sesi paska-penutupan perdagangan, tercatat saham syariah yang diperdagangkan mencapai 44,59 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp4,72 triliun.
Semua indeks sektoral bergerak menguat. Investor getol bermain saham di sektor pertambangan, properti, pertanian, dan perdagangan. Keempat indeks ini tumbuh masing-masing 2,51 persen, 2,19 persen, 2,18 persen, dan 1,17 persen.
Pencetak top gainer kali ini adalah UNVR yang harga sahamnya meroket Rp1.550, UNTR Rp1.100, INTP Rp900, LPPF Rp725, dan AALI Rp650.
Sebaliknya, saham GMTD terkoreksi Rp1.475, SMGR Rp425, LINK Rp325, ITMG Rp250, dan ICBP Rp225.
Rupiah makin perkasa. Lagi-lagi mata uang Garuda ini memimpin regional.
Pada pukul 16.26, kurs dolar AS terhadap rupiah melorot 76 poin (0,52%) ke level Rp14.227 per dolar AS.
Won menjadi mata uang regional terkuat kedua setelah rupiah. Nilai tukar dolar AS terhadap won anjlok 7,9 poin (0,71%) ke 1.110,100 won.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya