Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Donald Trump Dan Presiden Xi Jinping Sepakat Untuk Berdamai Terhadap Perang Dagang.
Dream – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, sepakat berdamai, tak lagi melakukan perang dagang. Kedua belah pihak batal menerapkan tarif impor baru selama 90 hari.
Dikutip dari Bloomberg, Senin 3 Desember 2018, kesepakatan ini diperoleh ketika ada pertemuan KTT G-20 di Buenos Aires, Argentina. Di pertemuan ini, Xi dan Trump setuju untuk menghentikan tarif baru dan mengintensifkan pembicaraan perdagangan mereka.
“ Kedua belah pihak percaya bahwa kesepakatan berprinsip yang dicapai antara kedua presiden telah secara efektif mencegah perluasan friksi ekonomi antara kedua negara,” kata Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi.
Dalam perdamaian ini, Amerika Serikat membatalkan kenaikan tarif dari 10 persen menjadi 25 persen untuk impor produk-produk China senilai US$200 miliar—kenaikan tarif ini awalnya akan berlaku per 1 Januari 2019. Sementara China sepakat membeli produk-produk Amerika Serikat, seperti pertanian, energi, dan manufaktur.
Kedua pihak juga sepakat membicarakan transfer teknologi, hak kekayaan intelektual, hambatan non tarif, pencurian siber, dan pertanian. Kalau pembahasan ini tak ada kemajuan dalam 90 hari, Negeri Paman Sam akan tetap menaikkan tarif impor jadi 25 persen.
“ Ini adalah kesepakatan yang luar biasa,” kata Trump kepada wartawan di pesawat Air Force.
Penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, mengatakan pertemuan itu berlangsung sangat baik. “ Hubungan saya dengan Presiden Xi sangat istimewa,” kata Trump.
Xi mengatakan, China sangat menantikan pertemuan dengan Trump untuk membahas sengketa dagang. “ Hanya dengan kerja sama ini, kami bisa melayani kepentingan perdamaian dan kemakmuran global,” kata dia.
Hasil ini membuat investor dan pasar bergembira. Keputusan ini bisa menjadi angin segar dari ancaman “ perang dagang” Amerika Serikat-China. Sebab, pasar cemas dengan sengketa dagang ini.
“ Kesepakatan ini memberikan hal positif kepada pasar untuk jangka pendek,” kata Kepala Analisis Politik Evercore ISI, Terry Haines.
Meskipun bersifat sementara, Haines mengatakan keduanya mendapatkan manfaat: Tiongkok tak jadi mendapatkan tambahan tarif untuk sementara waktu, sedangkan Amerika Serikat bisa mendapatkan pembelian agrikultur yang lebih banyak.
“ Kedua belah pihak menghindari skenario terburuk,” kata pakar senior di Institut Hudson, Michael Pillsburry.
Pakar ekonomi di Bloomberg, Tom Orlik, mengatakan peningkatan tarif impor Amerika Serikat terhadap produk China bisa berdampak kepada pertumbuhan ekonomi China.
“ Berdasarkan perhitungan kami, tarif sebesar 25 persen itu berarti hambatan pertumbuhan ekonomi China sebesar 0,9 persen. Kalau tarifnya 10 persen, ekonomi China akan melambat 0,5 persen,” kata Orlik.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya