Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: PT KAI)
Dream – Musim hujan telah tiba. PT Kereta Api Indonesia (Persero)/KAI yang mencatat ada 305 titik rawan bencana di sepanjang jalurnya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi.
Ratusan titik rawan itu tersebar di berbagai jalur kereta di Jawa dan Sumatera.
“ Titik rawan Pulau Jawa tersebar di Daerah Operasional (Daop) 1- 9, sedangkan untuk Sumatera tersebar di Divre 1 - 4," kata Direktur Operasi KAI, Slamet Suseno, di Jakarta Pusat, Senin 3 Desember 2018.
Slamet mengatakan perusahaan pelat merah ini menyiapkan Alat Material untuk Siaga (AMUS) berupa batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi, dan alat penambat rel. Alat-alat ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadi banjir, longsor, dan amblas di jalur kereta.
KAI juga menyiagakan 415 personel Petugas Penilik Jalur (PPJ), 867 penjaga jalan lintasan (PJL) ekstra, dan 141 personel posko daerah rawan disiagakan untuk memantau apabila terjadi peristiwa luar biasa yang menghambat perjalanan.
Sebanyak 6.172 personel keamanan yang terdiri dari Polsuska, personel security dan bantuan eksternal dari TNI/Polri termasuk K-9 juga dikerahkan di stasiun KA.
" Kami sudah mengarahkan pegawai KAI untuk menunda cuti demi memberikan pelayanan terbaik pada masa Nataru (Natal dan Tahun Baru). Nantinya, juga dilakukan patroli secara mobile di jalur KA dan objek penting lainnya seperti dipo lokomotif dan kereta," tambah Direktur Utama KAI, Edi Sukmoro.
Edi mengatakan masyarakat pengguna jalan untuk mematuhi rambu perlintasan KA, mengingat terjadinya peningkatan tren kecelakaan di perlintasan sebidang. Hingga 30 November 2018, tercatat telah terjadi 341 kecelakaan.
(Sah, Laporan: Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya