Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah kembali melanjutkan laju penguatannya. Namun sentimen negatif dari bursa Hang Seng jelang penutupan membuat pelaku pasar menahan kembali aksi belinya.
Transaksi perdagangan kali ini juga menandai kembalinya investor asing ke pasar modal Indonesia. Selama 9 hari terakhir, asing terus melakukan aksi jual saham.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 11 Mei 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menanjak 1,500 poin (0,97%) ke level 156,343.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga menguat 7,273 poin (1,13%) ke level 651,067.
Sepanjang perdagangan kedua indes syariah ini melaju mantap di zona positif. Sebelum muncul aksi tahan diri jelang penutupan, ISSI bahkan sempat menembus level tertinggi di 156,806.
Papan perdagangan bursa syariah akhirnya kembali didominasi penguatan harga saham. Tercatat 124 emiten ISSi ditutup menguat dan 62 lainnya masih terserang aksi jual.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,04 tirliun dengan 24,95 miliar saham berpindahtangan.
Hampir seluruh indeks sektor kali ini kompak bergerak menguat. Kecuali emiten sektor perdagangan yang turun 0,10 persen. Penguatan tertinggi dialami indeks sektor pertanian yang menguat 2,26 persen, industri aneka 1,64 persen, dan poprerti 1,35 persen.
Top gainer indeks saham bluechips syariah dihuni oleh AALI yang naik Rp 600 per saham. Dua emiten kelompok Astra lainnya juga masuk daftar ini yaitu UNTR yang naik Rp 550, dan ASII Rp 125 per saham.
Penghuni daftar pencetak top gainer lainnya adalah UNVR Rp 375, SMGR Rp 250, dan ITMG Rp 200 per saham.
Di jajaran top losser bertengger saham LPPF yang turun Rp 500. Disusul AKRA Rp 50, INTP Rp 25, SSMS Rp 25, dan LPKR Rp 15 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah sedikit menghadapi tekanan. Sore ini rupiah melemas 24 poin (0,18%) menjadi 13.302 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya