Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Semakin dekat hari kelulusan, semakin gencar para calon sarjana berburu pekerjaan. Beragam jenis pekerjaan pun menjadi target mereka.
Situs finansial perorangan, WalletHub, membuat daftar jenis pekerjaan bagi lulusan baru perguruan tinggi, yang diterbitkan setiap tahun. Dilansir dari Business Insider, Rabu 11 Mei 2016.
Dalam daftar itu, WalletHub mengevaluasi tiga kategori, seperti potensi pertumbuhan jenis pekerjaan, ketersediaan lowongan kerja secara langsung, dan keselamatan kerja yang ditawarkan.
Faktor-faktor lain yang dipertimbangkan termasuk gaji awal rata-rata, ketersediaan lapangan kerja, tingkat pengangguran, potensi pertumbuhan pendapatan, jumlah kecelakaan kerja yang fatal per 100 ribu karyawan di tiga tahun terakhir, dan keteraturan dengan yang karyawan dalam pekerjaan tertentu yang bekerja lebih dari 40 jam per minggu.
Pekerjaan yang tercantum di sini, meski dianggap entry-level, memerlukan berbagai tingkatan pendidikan, pelatihan atau sertifikasi profesional. Selain itu, meski berlaku di Amerika Serikat, daftar profesi ini setidaknya bisa menjadi pedoman saat memilih bidang studi.
Posisi teratas dalam daftar pekerjaan terbaik bagi sarjana baru didominasi oleh profesi di bidang rekayasa. Pekerjaan Engineer menduduki puncak daftar, diikuti oleh System Engineer dan Safety Representative.
Web Application Developer berada di posisi keempat. Sementara Teknik Lingkungan, Teknik Kesehatan dan Keselamatan di urutan kelima.
Beberapa pekerjaan di bidang non-rekayasa juga berada dalam daftar teratas. Seperti Electric Engineer di posisi keenam, Safety Technician berada di posisi ketujuh, Training Specialist di urutan kedelapan.
Menguntit di belakangnya adalah profesi Spesialis Pelatihan di urutan kesembilan, dan arsitek yang masih menjadi satu dari 10 pekerjaan yang masih membutuhkan fresh graduate.
Daftar profesi dalam daftar ini mungkin tidak terlihat ideal, tapi itu memberikan lulusan baru kesempatan untuk memperoleh keterampilan, pengalaman, kemampuan dan jaringan di bidang yang diharapkan akan mengarah ke posisi yang lebih diinginkan.
Untuk beberapa industri, mahasiswa harus mulai dari posisi entry-level yang bergaji rendah untuk memulai karier. Misalnya, Network Service Representative, Floor Assembler I, Teller, dan Teaching Assistant.
Kabar buruk justru menghampiri empat industri ini. Beberapa bidang pekerjaan mungkin tidak laku lagi dalam 20 tahun mendatang.
Bidang pekerjaan di sektor media cetak, seperti koran dan penerbitan buku, kemudian kasir, kantor pos, dan jasa pengiriman diperkirakan akan hilang hingga tahun 2036.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya