Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Angin positif paket kebijakan ekonomi II pemerintah masih berhembus di pasar modal Indonesia. Meski sempat melemah, indeks acuan saham syariah akhirnya ditutup menguat.
Saham sektor keuangan dan perdagangan menjadi motor laju bursa saham Indonesia.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 30 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,864 poin (0,65%) ke level 134,392.
Penutupan positif juga dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Naik 1,658 poin (0,30%), JII ditutup di level 556,088.
Laju ISSI sempat tertekan ketika mulai menyentuh zona merah. ISSI tercatat menyentuh level terendah di level 134,764. Munculnya kembali aksi beli membawa laju ISSI kembali menguat.
Kondisi serupa dialami indeks JII yang sempat turun ke level terendah di 549,658.
Aksi jual beli investor berhasil menghantarkan 112 emiten syariah masuk teritori positif. Sebanyak 12 di antaranya merupakan emiten penghuni JII.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,42 triliun dengan 60 miliar saham berpindahtangan.
Lima saham bluechips syariah yang sukses bertengger di jajaran top gainer adalah LPPF yang naik Rp 725, UNTR Rp 575, ITMG Rp 375, INCO Rp 160, dan INTP Rp 150 per saham.
Sentimen positif lokal serta menguatnya bursa regional juga sukses mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona hijau.
Didukung 181 emiten yang bergerak naik, IHSG naik 45,500 poin (1,09%) ke level 4.223,908. Lantai bursa diguyur dana investor hingga Rp 5,62 triliun.
Untuk pertama kalinya dalam 10 hari perdagangan terakhir, asing akhirnya membukukan nett buy. Hari ini asing mencetak belanja saham senilai Rp 287 miliar.
Di pasar keuangan, laju kurs rupiah juga relatif semakin terkendali. Sore ini rupiah turun 19 poin (0,13%) ke level 14.639 per dollar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya