Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Dan IHSG Kompak Memerah Hari Ini. (Foto: Shutterstock)
Dream - Bursa saham Indonesia seperti turut merasakan duka yang dialami Indonesia usai terjaidnya gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah. Seluruh indeks acuan syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak melemah di awal perdagangan Oktober 2018.
Melemahnya indeks syariah juga merespon data ekonomi terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat terjadinya deflasi 0,18 persen sepanjang September 2018. Kurs rupiah yang kembali bergejolak ikut mempengaruh sikap investor di lantai bursa.
Pada penutupan perdagangan harian BEI, Senin, 1 Oktober 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), terkoreksi 0,885 poin (0,50%) ke level 177,204. ISSI bergerak fluktuatif setelah memerah di 177,297. Meski sempat bergerak mengaut dan menyentuh level tertinggi di 178,516, ISSI akhirnya tak bisa melawan laju aksi jual investor.
Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) meski separuh bluechips syariah bergerak menguat. JII terkoreksi 2,642 poin (0,40%) ke level 662,273.
Sementara indeks JII70, melemah 1,745 poin (0,79%) ke level 219,977.
Aksi tahan diri investor untuk sementara membuat IHSG harus bersabar kembali ke jalur 6000. IHSG awal pekan ini terkoreksi 31,952 poin (0,53%) ke level 5.944,601.
Kurangnya sentimen positif membuat investor enggan melantai di bursa. Mereka cenderung melepas sahamnya sehingga harga 152 saham syariah terkoreksi. Hingga akhir sesi paska-penutupan perdagangan, tercatat dana syariah bergulir di pasar bursa mencapai Rp3,12 triliun dengan 45,52 miliar lembar saham.
Aksi beli investor awa pekan ini sedikit melesu. Setelah akhir pekan lalu menembus lebih dari setengah triliun rupiah, dana asing yang bergulir di pasar modal syariah Indonesia kali ini turun tajam menjadi Rp225 miliar.
Investor lebih suka melepas saham di sektor industri dasar yang mendorong indeksnya turun 2,37 persen. Disusul pertanian 1,49 persen, manufaktur 1,46 persen, dan barang konsumsi 1,46 persen.
Penguatan di sektor pertambangan 1,35 persen, properti 0,66 persen, infrastruktur 0,61 persen, dan industri aneka 0,10 persen belum cukup kuat menopang perdagangan.
Emiten bluechip syariah pencetak top gainer hari ini adalah AKRA yang harga sahamnya naik Rp290, ITMG Rp150, INDF Rp125, WSKT Rp100, dan INDY Rp90.
Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah INTP yang harga sahamnya turun Rp875, UNVR Rp725, SMGR Rp325, UNTR Rp225, dan TPIA Rp160.
Dari pasar uang, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melemah 18 poin (0,12%) ke level Rp14.878 per dolar AS, pada pukul 16.24.
Dolar AS berada di level Rp14.896 ketika perdagangan dibuka. Mata uang Paman Sam sempat menyentuh level Rp14.935.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya