Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Siapa Sangka Pria Yang Menabuh Lonceng Ini Dulunya Seorang Kurir Barang? (Foto: Shanghaiist)
Dream – Setiap kurir yang bekerja sepanjang hari dengan gaji pas-pasan di Tiongkok bermimpi kelak suatu saat akan bernasib seperti Wang Wei. Ya, mantan kurir barang ini berhasil membalikkan nasibnya dari kurir barang menjadi miliarder.
Dilansir dari Shanghaiist, Selasa 7 Maret 2017, menurut data Bloomberg Billionare Index, pendiri perusahaan logistik Tiongkok, SF Express ini menduduki peringkat ke-3 sebagai orang paling kaya di Tiongkok setelah CEO Alibaba, Jack Ma, dan CEO Dalian Wanda, Wang Jianlin. Jumlah kekayaan Wang sebesar US$26,7 miliar (Rp356,19 triliun).
Kisah sukses pria ini bermula dari Wang yang mendirikan perusahaannya pada tahun 1983 di Hong Kong. Modalnya sebesar US$13 ribu (Rp173,42 juta).
Wang pun memulai bisnis pengantaran barang pada tahun 1990 dari Tiongkok ke perbatasan negara. Sebenarnya, saat itu, bisnisnya termasuk bisnis ilegal karena yang boleh mengantarkan barang adalah perusahaan logistik milik pemerintahan Tiongkok.
“ Ketika SF mulai mengantarkan paket pada 1990-an, bisnis itu merupakan bisnis ilegal dan disebut ‘black delivery’,” kata dia kepada People Daily pada tahun 2011.
Kalau ketahuan, kata Wang, dia bisa didenda oleh petugas perbatasan. “ Jadi, kami mengendap-endap,” kata dia.
Kini, bisnis Wang tumbuh menjadi FedEx-nya Tiongkok. Dia memiliki kurir sebanyak 80 ribu, 15 ribu unit kendaraan, dan 30 pesawat yang beroperasi di 200 negara di dunia.
Bisnis kurirnya pun berkembang semenjak Tiongkok mengizinkan bisnis logistik. Hal ini melihat perkembangan e-commerce dan belanja masyarakat di situs perdagangan online.
SF resmi melantai di Bursa Efek Shenzen pada pekan lalu. Listing saham ini telah disetujui pada Desember dan telah mendapatkan dukungan pemerintah. Penerbitan saham SF ini langsung membua harga saham induk SF Holding Co meroket 59 persen.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya