Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wah, Tiga Indeks Syariah Berbalik Menguat. (Foto: Shutterstock)
Dream - Indeks syariah berbalik menguat usai mengawali perdagangan perdana di tahun 2019 dengan kurang menyenangkan. Ketiga indeks syariah kompak menguat di tengah kembalinya dana asing mengalir ke lantai bursa.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis 3 Januari 2019, seluruh indeks acuan saham syariah bergerak positif sepanjang sesi perdagangan.
ISSi yang memulai perdagangan di level 183,297, sukses menutup perdagangan dengan menanjak 1,971 poin (1,08%) ke level 185,290. Aksi beli jelang sesi penutupan membuat ISSI sukses mencetak penguatan tertingginya hari ini.
Jakarta Islamic Index yang mengawali perdagangan dengan penguatan terbatas tak mau ketinggalan memanfaatkan momen aksi beli investor. Indeks bluechip syariah di BEI ini menutup perdagangan dengan melaju 10,384 poin (1,52%) ke level 695,300.
Sementara Indeks JII70 kembali merangkak naik 3,399 poin (1,49%) ke level 230,400.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya sukses mencapai level 6200 di awal tahun 2019. Terangkat 39,835 poin (0,64%), IHSG menutup sesi perdagangan di level 6.221,010.
Sebagian besar indeks sektoral bergerak menguat. Kali ini, sektor properti, barang konsumsi, dan industri aneka lebih menarik bagi investor. Ketiga indeks ini menguat masing-masing 2,69 persen, 1,61 persen, dan 1,53 persen.
Pelemahan terjadi pada saham-saham sektor keuangan yang menyeret indeksnya turun 0,46 persen. Begitu pula dengan indeks sektor pertambangan yang turun 0,39 persen.
Saham perusahaan raksasa UNVR memimpin top gainer emiten syariah dengan menguat Rp1000 per saham. Emiten pencetak kenaikan harga saham tertinggi diukir GMTD yang mengaut Rp1.000. Apresiasi harga saham ini diikuti oleh AALI sebesar Rp550, IBST Rp550, dan INTP Rp450.
Sebaliknya, harga saham MKPI terkoreksi Rp1.000, PTSN Rp485, FASW Rp300, INAF Rp250, dan ITMG Rp175.
Kabar kurang baik datang dari pasar keuangan. Pada perdagangan pukul 16.31, kurs dolar AS terhadap rupiah bergerak naik tipis. Mata uang negeri Paman Sam ini naik 10 poin (0,07%) ke level Rp14.467.
Data kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mencatat kenaian tipis dollar AS terhadap rupiah. Hari ini bank di Indonesia rata-rata memperdagangkan dollar AS di level Rp14.474 atau naik 9 poin. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya