Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (sumber: Gojek)
Dream - Gaya hidup urban Jakarta mengerti benar waktu adalah hal paling berharga. Masyarakat ibukota ingin sesuatu yang instan dan lebih cepat. Sesumbar mampu menghadirkan paket makanan lebih cepat dari restoran fastfood, Gojek pun masuk bisnis pesanan makanan.
Bisnis baru dari perusahaan layanan ojek modern, Gojek, ini hadir lewat aplikasi terbaru Go-Food. Fitur ini memungkinkan pengguna memesan makanan lebih dari 15 ribu restoran dengan 23 kategori.
Tak hanya restoran mewah, pemesan juga bisa menikmati pesanan makanan dari warung kaki lima yang beroperasi di kawasan Jabodetabek.
" Adanya fitur Go-Food di aplikasi Go-Jek dapat menikmati layanan pesan antar makanan dengan lebih cepat," klaim Nadiem Makarim, CEO Go Jek Indonesia, di Jakarta, Rabu, 8 April 2015.
Nadiem menjelaskan G0-jek mencerminkan layanan yang serba cepat dan proaktif dengan prinsip kemudahan dan kecepatan. " Kami ingin menciptakan suatu brand dimana nilai-nilai tambah utama Go-Food akan langsung dimengerti pelanggan kami," jelasnya.
Untuk mendukung bisnisnya, Go-jek saat ini telah memiliki armada Go-Jek yang bisa berperan sebagai pengantar makanan dengan lebih dari 3 ribu driver. Makanan yang dipesan akan tiba dalam waktu kurang dari 60 menit. Selain itu, Go Food juga menjaga tingkat sekuritas dan mutu kepada customernya.
Go-Jek dan Go-Food ini tidak bisa lepas dari inovasi yang diciptakan Nadiem Makarim dalam menyuguhkan jasa layanan aplikasi berkonsep instant courier. Dua aplikasi ini menjadi solusi terbaik berada di Jakarta yang padat lalu lintas dan hiru pikuk kesibukan masyarakatnya.
Menurut Nadiem, layanan antar makanan ini mendapat antusias dari para penggunanya. " Lebih cepat, mudah, sangat membantu, dan yang lebih pasti makanan yang kita pesan tetap terjaga kualitasnya," ujar Irene, salah satu pengguna Go-Food. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya