Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Global Head of Islamic Finance, Fitch Ratings, Bashar Al Natoor, menyatakan beberapa tantangan yang signifikan harus diatasi terlebih dahulu sebelum mengeluarkan sukuk (surat utang syariah) untuk investasi infrastruktur. Salah satu tantangannya adalah menemukan struktur hukum yang akan diterima oleh tiga pihak yakni pemerintah, investor dan dewan syariah.
Proyek-proyek infrastruktur pada akhirnya bisa menjadi pemicu utama penerbitan sukuk. Namun masalahnya, sukuk infrastruktur sejauh ini umumnya penerbitannya relatif kecil dan didanai secara lokal. Selama ini, pembangunan infrastruktur telah dibiayai dan dilaksanakan oleh badan-badan pemerintah atau daerah yang melibatkan sektor swasta melalui pembiayaan proyek infrastruktur.
" Salah satu ketidakpastian utama adalah apakah negara penerbit sukuk akan bersedia untuk langsung menjaminkan aset infrastruktur kepada investor sukuk atau menerima struktur yang paling umum, yang dikenal sebagai sukuk Ijarah," kata Natoor, seperti dikutip dari Gulf News, Rabu, 8 April 2015.
Dengan sukuk Ijarah penawaran akan lebih sederhana dan lebih mudah serta berpotensi lebih menarik bagi investor. Terutama karena struktur ini cukup kompatibel dengan pembiayaan proyek konvensional.
Namun, negara tidak mungkin bersedia untuk mengadopsi struktur seperti ini jika mereka berisiko kehilangan kendali atas aset atau jika mereka tidak memiliki peraturan dan perundang-undangan yang diperlukan. Dengan demikian akan lebih banyak pekerjaan untuk menemukan struktur hukum atau peraturan baru mengenai sukuk untuk pembiayaan infrastruktur.
" Kami percaya struktur alternatif dapat ditemukan, tapi itu akan memakan waktu lebih lama dan akan menjadi lambat untuk memulainya, terutama karena struktur yang inovatif harus disetujui oleh dewan syariah. Apalagi saat ini, perbedaan pendapat di kalangan ulama syariah dapat terjadi bahkan dalam yurisdiksi tunggal," katanya.
Tantangan-tantangan tersebut mungkin akan membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang lebih tinggi untuk mengatasinya daripada bentuk hukum pendanaan infrastruktur yang lebih mapan, setidaknya sampai kerangka standar telah ditetapkan.
Namun, Fitch percaya beberapa tren penting akan memberikan dorongan yang diperlukan untuk pengembangan sukuk infrastruktur. Salah satu dorongannya adalah meningkatnya dukungan pemerintah untuk keuangan syariah, tumbuhnya penerimaan sukuk, dan kebutuhan pembiayaan serta investasi yang besar di wilayah Gulf Cooperation Council (GCC), Turki, Asia dan pasar negara berkembang lainnya.
Kerangka hukum transparan yang membuat nyaman investor, emiten, dan ulama akan menarik basis investor lebih yang luas secara signifikan bagi proyek-proyek infrastruktur besar.
" Seiring dengan inisiatif G20, badan-badan lainnya juga mengambil langkah-langkah yang bisa membantu. Termasuk Bank Pembangunan Islam dan Bank Pembangunan Asian yang mengatakan akan berupaya untuk memberikan bantuan dan jaminan kredit teknis kepada negara-negara anggota yang ingin mendanai proyek-proyek infrastruktur, serta langkah Dana Moneter Internasional untuk menciptakan ahli-ahli di bidang sukuk," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya