Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAFOTO.com)
Dream - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor baru dipicu aksi beli investor. Meski tak ada rekor, dua indeks acuan saham syariah juga ikut melesat signifikan.
Menghijaunya bursa saham regional ditambah akumulasi aksi beli asing menjadi pemicu laju indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Selasa, 7 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melompat 1,896 poin (1,10%) ke level 174,397.
Maraknya aksi beli investor mendorong 116 emiten syariah melaju di zona hijau. Laju ISSI masih tertahan aksi jual yang mendera 72 emiten syariah sedangkan 56 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah kali ini sedikit mengalami kenaikan. Tercatat 37,60 miliar saham syariah diperdagangkan pelaku pasar dengan dana terhimpun hingga Rp 3,99 triliun.
Angin positif yang berhembus dari Wall Street dan Asia membuat investor yakin untuk kembali mengoleksi saham. Aksi spekulasi jelang pengumuman kinerja emiten sepanjang kuartal I-2015 juga ikut mendongkrak harga saham.
Sepanjang perdagangan ini ISSI hanya menyentuh posisi terendah di zona hijau di level 172,966. Sebelumnya, level tertinggi ISSI dicetak di 174,431.
Dari deretan saham-saham bluechips syariah, lebih dari duapertiga penghuni Jakarta Islamic Index (JII) sore ini bergerak menguat.
Naiknya harga saham dari 22 emiten bluechips syariah mendorong indeks JII menguat 6,695 poin (0,93%) ke level 727,561.
Laju JII sepanjang hari ini cukup nyaman melaju di zona positif. JII hanya mencetak level terendah di 723,541 dan tertinggi di 728,277.
Saham keping biru syariah pilihan investor kembali menjadi buruan pemodal. Saham UNTR sukses menjadi pencetak kenaikan harga tertinggi usai menguat Rp 875 per saham.
Top gainer lainnya adalah UNVR yang menguat Rp 500, AALI Rp 475, INTP Rp 350, dan CPIN Rp 190 per saham.
Langkah dua indeks saham syariah ini belum bisa menyamai IHSG yang kembali mencetak rekor baru.
Ditutup menguat 43,259 poin (0,79%), IHSG sukses mencetak level tertinggi di level 5.523,290. Kenaikan dibantu menguatnya harga saham dari 190 emiten.
Lantai bursa saham Indonesia sukses mencetak transaksi harian senilai Rp 6,50 triliun dengan 67,44 miliar saham yang beralihtangan.
Kurs rupiah sepanjang hari ini juga sukses ditahan di level 13.000 per dolar AS. Pada penutupan sore ini, kurs rupiah bertengger di level 12.993 per dolar AS atau sedikit terkoreksi 33 poin (0,25%).
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya