Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Setelah beberapa kali mengalami kenaikan, pelanggan listrik nonsubsidi kini bisa bernapas lega. PT PLN (Persero) menjamin takkan ada lagi kenaikan tarif listrik hingga akhir tahun ini.
Pelanggan listrik rumah tangga nonsubsidi adalah mereka yang menggunakan daya listrik diatas 1.300 Watt dan 2.200 Watt
" Tidak ada rencana kenaikan tarif listrik untuk pelanggan rumah tangga daya 1.300 VA dan 2.200 VA,” tegas Direktur Utama PLN, Sofyan Basyir dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 7 April 2015.
Selama ini PLN mengenakan tarif pemakaian listrik untuk pelanggan rumah tangga daya 1.300 VA dan 2.200 VA sebesar Rp 1.352 per kilo Watt hour (kWh).
PLN juga memastikan takkan menaikkan tarif bagi pelanggan rumah tangga kecil dengan daya listrik 450 dan 900 Watt. Hal yang sama berlaku untuk bisnis dan industri kecil serta pelanggan sosial.
Keputusan PLN menunda penerapan tarif adjustment bagi pelanggan rumah tangga 1.300 VA dan 2.200 VA ini mempertimbangkan pelanggan golongan tersebut sudah mengalami kenaikan tarif listrik secara bertahap sejak Juli 2014 hingga November 2014.
Penundaan juga dimaksudkan untuk meringankan beban ekonomi pelanggan di kedua golongan tersebut yang berjumlah 8,8 juta pelanggan.
Diakui PLN, konsekuensi dari penundaan tersebut adalah berkurangnya pendapatan PLN dari penjualan tenaga listrik.
“ Hal itu akan ditutup dengan melakukan efisiensi diantaranya mengganti pembangkit listrik berbahan bakar minyak dengan bembangkit berbahan bakar gas dan batubara” lanjut Sofyan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya