Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar para pelaku industri tidak takut dengan mulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada tahun ini. Menurutnya, MEA justru dapat memberikan dampak positif terhadap neraca perdagangan Indonesia.
" Negara-negara seperti Singapura, Thailand, dan Brunei juga takut. Kita sendiri ditakuti kok malah ikut-ikutan takut, itu keliru. Kalau mengerti mereka takut, kita harus berani ekspansi ke sana, mendahului ke sana,” tegas Presiden Jokowi seperti dilansirt setkab.go.id.
Jokowi yakin pengusaha muda Indonesia mampu melakukan 'serangan' dengan produk-produk kreatif ciptaannya. Apalagi, ditambah dengan maraknya bisnis via internet.
Namun, Jokowi mengharapkan agar produk kreatif yang dihasilkan ini memiliki kualitas ekspor sehingga bisa dijual ke negara-negara anggota MEA.
“ Jangan sampai nanti neraca perdagangan kita kacau gara-gara yang masuk bukan industri yang orientasinya ekspor malah memakan pasar kita,” ungkapnya.
Jokowi mengingatkan kesempatan MEA ini harus benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dengan demikian, Indonesia tidak melewatkan momen investasi tersebut.
" Saya tidak mau salah lagi, kita punya tiga kali kesalahan. Waktu booming minyak, kita nggak manfaatkan sehingga pondasi ekonomi kita tidak kokoh tahun 70-an. Tahun 80-an booming kayu, tapi saya masih kecil jadi saya juga tidak menikmati apa-apa. Terus hilang lagi karena basis industrinya tidak kita pegang, semuanya diekspor dalam bentuk mentahan semuanya, minyak, kayu, glondongan semuanya,” kenangnya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya