Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa
Dream - Pasar saham Indonesia kembali melemah usai mencetak rekor baru. Tertahannya aksi beli asing membuat indeks bursa saham tak punya cukup tenaga untuk kembali menguat.
Pelaku pasar tampaknya bersiap-siap dengan sentimen pengumuman data ekonomi terbaru dari pemerintah. Isu adanya aksi demonstrasi besar-besaran juga mulai mengusik pasar saham.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 8 April 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) 1,370 poin (0,79%) ke level 173,027.
ISSI terseret pelemahan harga saham dari 104 emiten syariah. Beruntung masih ada 79 emiten syariah yang menahan ISSI melemah lebih dalam.
Sebanyak 32,34 miliar saham syariah ditransaksikan pelaku pasar sepanjang hari ini. Aksi jual beli ini berhasil menghimpun dana hingga Rp 3,99 triliun.
Sementara itu di jajaran saham bluechips syariah, sebanyak 20 penghuni Jakarta Islamic Index (JII) melorot ke teritori negatif.
Turunnya duapertiga saham beluchips syariah ini menyebabkan JII terkoreksi cukup dalam hingga 7,575 poin (1,04%) ke level 719,986.
JII bahkan tak sanggup keluar dari tekanan beli pelaku pasar. Berbeda dengan ISSI yang sempat menembus zona hijau dengan level tertinggi di 174,459.
Saham-saham andalan bluechips syariah kali ini terserang aksi jual cukup besar. Top losser JII dihuni oleh UNVR yang rontok 1.100 per saham. Disusul UNTR Rp 400, PTBA Rp 300, SILO dan SMGR masing-masing Rp 200 per saham.
Sebaliknya, emiten perkebunan AALI mampu menjadi pencetak kenaikan harga tertinggi usai naik Rp 175 per saham. Top gainer lainnya adalah ICBP Rp 150, WIKA Rp 105, PTPP Rp 80, dan SSMS Rp 50 per saham.
Tekanan jual juga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun dari rekor barunya. IHSG ikut terpangkas 36,706 poin (0,66%) ke level 5.486,58.
Lantai bursa kali ini mentransaksikan dana investor hingga Rp 6,39 triliun dari 53,06 miliar saham yang beralihtangan. Investor asing memang masih melakukan aksi beli namun nett buy-nya mulai berkurang menjadi Rp 258 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya