Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Perbankan syariah kini menjadi raising star di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Kemampuan sistem syariah yang tahan krisis bisa menjadi andalan setiap negara dalam sistem perbankannya.
Menurut pengamat ekonomi Aviliani, konsep syariah mampu menekan kesenjangan antara masyarakat golongan menengah atas dengan golongan bawah. Hal ini berbeda ketika sebuah negara hanya menggantungkan perekonomiannya di pasar uang.
" Pasar uang itu tumbuh 3000 kali lipat, sementara pasar barang dan jasa tumbuh tidak terlalu cepat. Akibatnya bisa bubble, terjadi krisis, nanti orang kaya semakin kaya, orang miskin semakin miskin, seharusnya kedua hal itu tumbuh beriringan," ujarnya di Jakarta, Selasa, 18 November 2014.
Aviliani menjelaskan, dari 7 miliar orang populasi di dunia, hanya 6 ribu yang menguasai uang. Kondisi ini dikhawatirkan rentan terhadap munculnya krisis akibat bubble dalam 7-10 tahun ke depan.
" Kalau syariah kan begitu ada laba maka langsung digunakan untuk investasi, ini yang membuat sistem syariah tahan krisis," jelasnya.
Namun, diakui Aviliani, sistem keuangan syariah ini tidak bisa tumbuh dengan sendirinya. Pelaku keuangan syariah perlu mendapat sokongan penuh dari pemerintah Indonesia guna menumbuhkan sistem perbankan syariah ini di tanah air. Sayangnya, hal tersebut belum terealisasi.
" Aturan mengenai bank syariah belum proper. Di Malaysia, sistem perbankan syariah ini kan benar-benar tumbuh karena dukungan pemerintahnya secara penuh," ungkapnya.
Di antara berbagai sektor bisnis syariah, pemerintah dituding belum mengatur sektor pembiayaan yang bisa digarap bank syariah.
" Sekarang yang baru diatur mengenai sumber pendanaan bank syariah, salah satunya dari dana haji. Namun, belum dari sektor pembiayaannya. Misal, dari pembiayaan infrastruktur. Jika itu ditentukan baru perbankan syariah bisa berkembang," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya