Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Pasar modal Indonesia melaju kencang merespons kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Di hari pertama harga baru BBM, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan kembali menembus level 5.100.
Dibantu sentimen positif kenaikan indeks Nikkei Jepang dan Strait Times Singapura masing-masing 2,18 persen dan 0,64 persen, para pemodal mulai kembali menggelar aksi beli.
Hingga sesi penutupan, pemodal asing masih mempertahkan aksi beli dengan nett buy Rp 255 miliar.
IHSG pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 18 November 2013 menguat 48,52 poin (0,96%) ke level 5.102,46.
Dibuka menguat di level 5.077,10, laju IHSG sebetulnya sempat fluktuatif di awal perdagangan. Namun IHSG mampu bertahan di zona hijau dan mencapai level tertingginya di sesi penutupan.
Pasar modal lokal juga diwarnai maraknya aksi jual beli investor terhadap 60,96 juta saham dengan nilai transaksi menembus Rp 5,1 triliun.
Aksi jual beli ini mendorong 205 emiten di lantai bursa saham Indonesia ditutup di zona hijau. Sementara 113 lainnya masih tertinggal di zona merah dan 85 emiten memilih stagnan.
Seluruh indeks sektor saham juga menutup perdagangan di teritori positif. Penguatan tertinggi dialami emiten industri dasar sebesar 1,46 persen, barang konsumsi 1,42 persen, dan propertu 1,37 persen.
Lonjakan jelang penutupan perdagangan saham juga melanda dua indeks saham syariah di BEI.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sore ini ditutup menguat 1,55 poin (0,96%) ke level 163,80. Penutupan di zona hijau ini disokong naiknya harga saham dari 121 emiten.
Pelaku pasar sore ini memperdagangkan 40,07 miliar saham dengan nilai Rp 3,56 triliun.
Dominasi naiknya harga saham juga melanda emiten-emiten bluechips syariah. Sebanyak 25 emiten penghuni Jakarta Islamic Index (JII) ditutup menguat sementara 5 lainnya melemah.
Banyaknya penguatan emiten bluechip syariah ini mendorong indeks JII menutup perdagangan dengan menguat 7,24 poin (1,08%) ke level 675,75.
Emiten barang konsumsi, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) memimpin daftar pencetak kenaikan harga saham usai menguat Rp 550 (1,77%) ke level 31.600 per saham.
Daftar top gainer lainnya dihuni oleh UNTR yang menguat Rp 300, INTP Rp 275, AALI Rp 200, dan CPIN Rp 125 per saham. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya