Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
SPBU Milik Pertamina
Dream - Di tengah penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi oleh sebagian masyarakat, Wakil Presiden Jusuf Kalla justru kembali membawa kabar mengejutkan. Kenaikan harga BBM jenis premium dan solar ternyata belum berhenti.
Jusuf Kalla memberikan sinyal akan kembali menaikkan harga BBM bersubsidi jika minyak mentah dunia kembali mahal.
Jika harga minyak mentah dunia menyentuh level US$ 110 per barel, Kalla menyatakan pemerintah kemungkinan akan kembali mempertimbangkan kenaikan harga BBM bersubsidi.
" Kalau cuma naik USD 10 per barel kita nggak perlu lah naikkan lagi," kata Kalla di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, seperti dikutip Dream dari laman Merdeka.com, Selasa 18 November 2014.
Selain menaikkan harga, pemerintah juga tengah mengkaji skema pemberian subsidi tetap pada BBM. Artinya, pemerintah akan mematok dana subsidi di level tertentu tanpa harus merevisi harga jual BBM.
Otomatis dengan skema ini, harga jual BBM akan bergerak mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia.
" Tahun depan akan kami pertimbangkan subsidi tetap, jadi misalnya subsidi Rp 1.000 saja, kalau harga minyak naik maka ikut naik, kalau turun ikut turun, jadi subsidi tetap," tutupnya.
Sebagai informasi, mulai tengah malam tadi, Presiden RI Joko Widodo memutuskan menaikkan harga BBM bersubsidi masing-masing sebesar Rp 2.000 per liter.
Dengan kebijakan ini, harga premium di tingkat eceran akan dijual diharga Rp 8.500 per liter. Sementara solar dijual seharga Rp 7.500 per liter.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya