Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Belanja secara impulsif atau tiba-tiba tidak jarang membawa penyesalan. Namun, agar tidak terlalu berdampak pada anggaran belanja, maka Anda perlu memikirkan tingkat kebutuhan terhadap benda yang akan Anda beli.
Belanja secara impulsif sering terjadi ketika kita berjalan-jalan di mal atau melihat iklan televisi dan online. Para pembeli impulsif ini akan tertarik dengan kata-kata iklan seperti " Special Offer" atau " Beli Sekarang" dan akan terbuai mengeluarkan uang dengan jumlah sedikit maupun besar, dari hanya pengupas apel hingga treadmill yang sebenarnya tidak begitu dibutuhkan.
Seperti dikutip dari Gulf News, Selasa 18 November 2014, untuk menghindari kebiasaan belanja impulsif, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut:
Pertama, menjauhi tekanan dengan berani mengatakan " tidak" pada penawaran-penawaran yang diberikan. Jika Anda tidak berniat membeli barang tersebut maka Anda bisa mengucapkan " terima kasih" .
Kedua, memahami tujuan iklan. Terkadang kita yakin tidak akan terpengaruh tayangan iklan. Namun, begitu sering kita ditimpa pesan-pesan dari iklan, maka Anda akan membentuk persepsi baru mengenai kebutuhan dan keinginan.
Untuk itu, Anda perlu meninjau kembali daftar kebutuhan Anda. Apakah barang tersebut sangat diperlukan dalam kehidupan Anda dan sangat bermanfaat.
Ketiga, jangan mau menjadi tawanan para salesman. Semakin lama Anda mendengar banyak penawaran maka Anda semakin mudah tergoda. Anda juga tidak bisa melakukan perbandingan harga. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya