Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bursa Efek Indonesia (merdeka.com)
Dream - Bursa saham Indonesia tak mampu mempertahankan penguatan yang diperolehanya pada sesi pembukaan. Di tengah aksi beli asing, indeks saham nasional justru terpuruk ke zona merah.
Pemodal lokal yang semula membeli saham di awal perdagangan, justru melakukan aksi jual.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Kamis, 17 Juli 2014, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 42,72 poin (0,84%) ke level 5.071,2.
Turunnya IHSG dipicu oleh melemahnya harga saham dari 222 emiten BEI. Kenaikan harga saham dari 99 emiten tak sanggup menahan indeks di zona hijau.
Pemodal asing kembali melakukan aksi beli dengan mencetak nett buy Rp 522,37 miliar.
Koreksi indeks saham sebetulnya tak hanya dialami pasar modal Indonesia. Hampir seluruh bursa saham regional bergerak di zona merah. Indeks Nikkei dan Hang Seng masing-masing terkoreksi 0,06 persen dan 0,01 persen. Hanya Kospi yang sanggup melaju di zona hijau dengan menguat 0,37 persen.
Berbaliknya indeks ke zona merah juga melanda indeks saham syariah di BEI. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 1,83 poin (1,1%) ke level 1.65,97.
Transaksi jual beli saham syariah hari ini mencapai 38,3 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 3,65 triliun. Sebanyak 51 emiten syariah bergerak di zona hijau sementara 138 lainnya terpaksa mengalami koreksi.
ISSI sempat mencetak level tertinggi di posisi 168,66 dan terendah 164,98.
Di tempat berbeda, indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga mencetak koreksi cukup dalam. Indeks JII melemah 8,55 poin (1,23%) ke level 685,93.
Indeks JII kali ini bergerak tanpa ada satupun emiten yang melaju di zona hijau. Sebanyak 26 emiten unggulan syariah terpuruk di zona hijau sementara 4 lainnta bergerak stagnan.
Dari pasar keuangan, nilai tukar rupiah mulai kembali menguat setelah mencetak 14 poin (0,12%) menjadi 11,683 per dolar AS.
Tak adanya saham yang bergerak ke zona hijau, membuat daftar top gainer emiten bluechips syariah sepi penghuni.
Sebaliknya, daftar emiten bluechips syariah pencetak koreksi harga tertinggi dihuni oleh SMGR yang melemah Rp 500, INTP Rp 450, UNTR Rp 400, UNVR Rp 350, dan MPPA Rp 320. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya