Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Keputusan Tiongkok mendevaluasi mata uang yuan menghantam bursa saham dunia. Indeks saham acuan di Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan jatuh berguguran.
Kondisi semakin berat setelah rupiah semakin terpuruk ke level terendahnya. Rupiah bahkan sempat menyentuh level 15.600 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan BEI, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ambruk 4,235 poin (2,61%) ke level 146,661.
ISSI sebetulnya membuka perdagangan di jalur hijau usai menguat 0,344 poin ke level 151,240. Bahkan ISSI sempat terus menanjak dan menyentuh level tertingginya di 151,628.
Serangan aksi jual yang dilakuka investor membuyarkan pembukaan positif. Pelan namun pasti, ISSI terus tersungkur ke zona merah. Hingga akhirnya, ISSI menutup perdagangan di level terendah 146,661.
Kecemasan investor terhadap kondisi regional memaksa 159 emiten syariah ditutup melemah. Sisanya, 45 emiten syariah masih diburu investor dan 47 lainnya bertahan stagnan.
Transaksi perdagangan saham syariah bernilai Rp 2,79 triliun dengan 41,21 miliar saham yang berpindahtangan.
Kondisi lebih buruk didera indeks Jakarta Islamic Index (JII). Jatuhnya seluruh harga saham-saham bluechips syariah membuat JII rontok 21,081 poin (3,35%) ke level 607,752.
Padahal JII membuka perdagangan dengan menguat ke level 630,708. Bahkan sempat menguat ke level 632,349.
Tekanan besar memang tengah melanda pasar modal Indonesia. Kombinasi pelemahan rupiah dan kabar mengejutkan yuan memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 126,358 poin (2,66%) ke level 4.622,591.
Lantai bursa kali ini menghimpun dana investor hingga Rp 4,41 triliun dengan 53,82 saham berpindahtangan.
Investor lokal tampaknya cukup khawatir dengan aksi jual asing yang melonjak tajam. Sore ini asing menarik dananya hingga Rp 585 miliar, naik dari sehari sebelumnya Rp 114 miliar.
Dari pasar keuangan, rupiah benar-benar tak berdaya. Meski menguat dari posisi terendahnya, rupiah sore ini melemah 56 poin (0,41%) menjadi 13.584 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya