Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Tingginya harga daging sapi dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan pemerintah mengambil langkah cepat yaitu membuka keran impor. Padahal, sebelumnya pemerintah menahan impor daging ini guna memaksimalkan hasil produksi dalam negeri.
Menko Perekonomian Sofyan Djalil menyatakan beberapa menteri terkait telah berembuk untuk mengatasi kenaikan harga daging ini melalui penambahan stok daging sapi secara cepat.
“ Kita tidak bisa mengatakan berapa harga standar, yang menjadi masalah adalah tergantung supply and demand. Tapi bahwa harga sekarang ini sudah tidak rasional. Supply-nya ini harus kita bereskan,” jelas Sofyan seperti dikutip dari laman situs Sekretariat Kabinet, Selasa, 11 Agustus 2015.
Keputusan impor ini, lanjut Sofyan, diserahkan kepada Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian. Untuk menstabilkannya, impor akan dilakukan Badan Urusan Logistik (Bulog) selaku pihak yang memegang tanggung jawab penstabilan harga beberapa komoditas pangan.
Sofyan menambahkan Bulog juga akan turun ke pasar guna melakukan intervensi mengatasi kelangkaan daging karena adanya rencana pemogokkan pedagang daging yang mengeluhkan tingginya harga daging hingga Rp 120 ribu/kg.
“ Bulog sekarang melakukan intervensi ke pasar. Kemarin saya rapat dengan Dirut Bulog, yang mengatakan mereka siap melakukan intervensi ke pasar terutama adalah mengatasi kelangkaan yang terjadi di pasar hari ini. Itu jangka pendek sekali. Tapi jangka menengah dan panjang kita harus bereskan supply-nya,” tegas Sofyan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya