Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Beberapa hari belakangan, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan melonjaknya harga daging sapi. Dikabarkan, para pedagang menjual daging sapi seharga Rp 120.000 hingga Rp 150.000.
Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla, kenaikan harga daging sapi merupakan imbas dari penurunan ketersediaan daging dalam negeri. Untuk menyelesaikan polemik tersebut, jalan terbaik adalah dengan meningkatkan suplai daging sapi.
Jusuf Kalla melanjutkan, peningkatan ketersediaan daging sapi tentu saja dapat dilakukan dengan impor. Dan sudah beberapa tahun belakangan, Indonesia selalu mengimpor daging sapi dari Australia.
" Ada dua hal yang nanti akan dibicarakan dalam rapat terbatas. Berapa jumlah suplai yang harus ditambah dan negara asal impor juga harus diperluas, jangan hanya Australia," ujar Jusuf Kalla saat ditemui di Jakarta, Senin, 10 Agustus 2015.
Menyoal negara asal impor, Jusuf Kalla juga menginginkan ada keterbukaan dari negara-negara lain yang memiliki kualitas daging sapi baik. Dengan begitu, pilihan impor akan lebih banyak dan persaingan usaha berlangsung dengan sehat.
Selain impor, JK juga mendukung upaya peningkatan suplai daging sapi dari dalam negeri. Yaitu dengan meningkatkan kualitas daging yang dihasilkan peternak serta menggiatkan pembibitan sapi di tingkat lokal.
Melalui dua cara tersebut, ya optimis ketersediaan daging sapi di pasaran akan bertambah dan harga akan merangkak stabil. " Dalam jangka pendeknya semoga bisa," tutup Jusuf Kalla.
Baca Juga: Perekonomian Melandai, Menkeu Optimis Target Pajak Tercapai Kurs Rupiah Makin Rontok, Sentuh Rp 13.536/US$ IDB Dorong Pengembangan Lembaga Keuangan Syariah RI BI Optimistis Ekonomi Membaik Enam Bulan ke Depan Ekonomi RI Melambat, Ini 3 Strategi Andalan Menkeu
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya