Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bursa saham Indonesia kembali tak bergairah di perdagangan awal pekan. Relatif besarnya aksi jual investor memaksa indeks acuan saham syariah ditutup melemah.
Ironisnya, pelemahan justru terjadi disaat otoritas bursa membawa kabar baik. OJK memutuskan menaikkan batas minimal jaminan ganti rugi investor menjadi Rp 100 juta dari sebelumnya Rp 25 juta.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 10 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,874 poin (0,58%) ke level 150,896.
Posisi penutupan ini menegaskan masih lesunya aksi beli pasar yang sudah terlihat sejak sesi pembukaan. ISSI mendekam di zona merah dengan level terendah di 150,082 dan tertinggi 151,721.
Dengan dana mengalir Rp 2,04 triliun, aksi jual investor mendorong 133 emiten syariah ke zona negatif. ISSI baru bisa mendongkrak 50 emiten ke zona hijau dan 50 lainnya bertahan stagnan.
Arus pelemahan juga tak bisa dihindari indeks saham bluechips syariah. Terpangkas 2,936 poin (0,46%), Jakarta Islamic Index (JII) menutup awal pekan di level 628,833.
Hampir dua pertiga atau 19 emiten unggulan syariah menutup perdagangan di zona merah. Beruntung masih ada 9 emiten yang melaju positif dan 2 lainnya stagnan.
Investor tampaknya berhati-hati dengan minimnya sentimen positif pasar. Terbukti dana yang mengalir untuk jual beli saham bluechips syariah hanya Rp 1,27 triliun.
Indeks JII pun hanya sanggup menyentuh level tertinggi di 631,674 dan sempat anjlok ke level 622,887.
Saham sektor barang konsumsi seperti LPPF dan INDF memimpin daftar top gainer usai menguat Rp 450 dan Rp 75 per saham. penghuni lainnya adalah SCAM yang naik Rp 50, SMRA Rp 35, dan ICBP Rp 25 per saham.
Sementara saham langganan belanja investor justru tengah dilanda aksi jual. Top loosser JII dihuni oleh ITMG yang turun Rp 525, SMGR dan UNVR Rp 250, UNTR Rp 200, dan AKRA Rp 150 per saham.
Dari pasar keuangan, laju kurs rupiah tak banyak berubah di awal pekan ini. Rupiah yang sempat ambruk ke level 13.565 per dolar AS, sore ini menguat 3 poin (0,02%) menjadi 13.536 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya