Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Untuk memperkuat agar demokrasi ekonomi nasional tidak hanya dinikmati oleh pemodal besar, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar perusahaan yang sudah go public melaksanakan program distribusi kepemilikan saham bagi para karyawannya.
“ Dengan cara ini saya yakin akan menghadirkan sebuah generasi investor baru di pasar modal Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri ulang tahun ke – 38 Pasar Modal Indonesia di Gedung Bursa Efek Indonesia ( BEI), Kawasan SCBD Jakarta, Senin, 10 Agustus 2015.
Seperti dikutip dari lama situs Sekretariat Kabinet, Jokowi mengaku sangat menghargai apa yang dilakukan oleh PT Sritex Solo, yang memberikan kepemilikannya kepada 10.000 karyawan. Ia meyakini, jika cara ini bisa diikuti oleh perusahaan-perusahaan yang lain, kesejahteraan masyarakat akan bisa tercapai.
Menurut Jokowi, minat masyarakat berinvestasi di pasar modal saat ini semakin besar. Salah satu indikatornya terlihat dari investasi publik pada instrumen reksadana.
Presiden berjanji akan mendorong terus agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak mencari dana jangkap panjang untuk infrastruktur dari perbankan saja, tetapi bisa melalui penjualan saham di pasar modal.
Seraya menimbau, agar otoritas bursa mempermudah proses pembelian reksadana khususnya bagi nasabah biasa atau perorangan.
“ Saya yakin nasabah biasa, nasabah perorangan itu akan meningkatkan investasi dengan membeli saham secara langsung di bursa,” tutur Jokowi.
Mengenai perlindungan terhadap investor, Presiden Jokowi menyambut baik kebijakan untuk menaikan perlindungan investasi pasar modal dari Rp 25 juta menjadi Rp 100 juta.
Tentu saja, katanya, kenaikan perlindungan investasi tidak cukup bila harus berjalan sendiri, penegakan peraturan, penegakan hukum harus dijalankan.
“ Sanksi bagi para pelaku penggelapan di pasar modal Indonesia harus serius dan tanpa pandang bulu agar membangkitkan rasa aman di dunia investasi kita,” tuturnya.
Khusus kepada Bursa Efek Indonesia, Presiden Jokowi berharap pada hari jadinya yang ke-38, membenahi diri dan memperkuat inklusi investasi bagi investor di dalam negeri.
“ Saya yakin kelak porsi dana domestik akan cukup memadai sehingga pasar modal kita lebih kokoh dalam menghadapi arus keuangan global yang mudah berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain,” pungkas Jokowi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya