Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Ilustrasi
Dream - Pasar halal diprediksi akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah konsumen dari kalangan muslim yang diperkirakan mencapai 26 persen dari populasi dunia pada 2030.
Gelagat ini bahkan sudah terlihat di kalangan muda dan kaya muslim. Perusahaan-perusahaan besar dilaporkan menghadapi permintaan dari konsumen muslim yang juga tertarik dengan tren barang terbaru.
Temuan ini terungkap dari laporan Euromonitor International berjudul Doing Business in the Halal Market: Products, Trends and Growth Opportunities, seperti dikutip Dream, Sabtu, Sabtu, 8 Agustus 2015.
" Bagi konsumen muslim, produk halal adalah kebutuhan yang sangat penting," kata Emil Fazira, Analis Pangan dan Gizi di Euromonitor International.
Menurut Fazira, lingkungan produksi yang sesuai dengan syariah dan sertifikasi bisnis akan meningkatkan daya tarik produk atau layanan yang diberikan di pasar negara muslim.
Saat ini, populasi muslim merupakan yang terbesar kedua dan Islam adalah agama yang paling cepat pertumbuhannya secara global pada tahun 2015. Populasi muslim diproyeksikan akan menyediakan pangsa yang lebih besar pada tahun 2030. Saat itu, konsumen muslim diperkirakan mencapai 26 persen dari populasi global.
" Saat ini penyediaan barang halal hanya untuk wilayah lokal dan sangat bergantung pada sumber pribadi, atau dibatasi untuk wilayah muslim tertentu. Namun globalisasi mengakibatkan penyediaan barang halal harus dibuat secara meluas," kata Fazira.
Laporan tersebut menggarisbawahi tentang potensi bisnis pasar halal dan konsumen muslim, sertifikasi halal, serta standardisasi industri makanan halal, khususnya di Asia Tenggara, Cina, Eropa Barat dan Australasia.
Dibahas pula tentang peluang berbagai produk untuk pasar halal di seluruh dunia, mulai dari kecantikan dan perawatan pribadi, pakaian dan minuman hingga pariwisata.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
